Paradiso Targetkan Investasi Indonesian Buyer Capai Rp600 Miliar

Sudah mulai dipasarkan sejak dua tahun lalu, Paradiso Nouve kini sudah laris terjual 60%. Apartemen yang berlokasi di Singapura ini, mulai melirik pasar Indonesia sejak Januari 2015. Dengan menargetkan Indonesia dapat melahap 40% sisa jualannya, diperkirakan, Indonesian buyer dapat mengucurkan investasi hingga Rp600 miliar. Guna mencapai target tersebut, Paradiso Nuova akan mengadakan roadshow di tiga kota, yaitu Jakarta, Surabaya, dan Medan.

2015422115310

“Sekarang kita sudah laku terjual sebanyak 60% yang 40% di antaranya dibeli oleh China dan sisa 40%. Saya akan habiskan 40% itu untuk Indonesia. Mengapa? Karena menurut saya, ini sangat inline dengan orang Indonesia dan harganya masih bersahabat. Target kami memang ini untuk end user, yang ditujukan untuk orang Indonesia memiliki anak yang sekolah di Singapura atau orang Indonesia yang ingin menghabiskan masa pensiunnya di Singapura,” papar Riduan Goh, Managing Director Era Vigo.

Era Vigo akan melakukan roadshow di Jakarta pada 25-26 April 2015 di Grand Hyatt Hotel. Pada roadshow selama dua hari ini, agen properti ini menargetkan dapat menembus angka Rp120 miliar. Setelah sebelum, Paradiso Nouva sudah melakukan roadshow di Jakarta selama satu hari dan berhasil meraup Rp60 miliar.

“Kalau saya baca consumen behavior-nya, ini cocok dengan Indonesian market daripada China market. Mereka dapat investor dari China karena mereka besar di China. Tapi mengharapkan orang China ke (Iskandar) JB ngapain? Mereka juga punya banyak alternatif buyer seperti Hongkong, Taiwan, tapi Indonesia pasti yang paling besar. Unit yang paling cocok dengan Indonesia itu yang 2-3 kamar, karena Indonesia itu jumlah anaknya banyak,” ujarnya lagi.

2015422115101

Apartemen yang ada di kawasan Iskandar JB ini akan dibangun dalam 6 tower dan tahap pertama telah mulai dibangun 2 tower. Dua tower ini berdiri di atas lahan 8.900 sqm dengan jumlah unit sebanyak 382. Hasil arsitek Ong & Ong Singapura ini terdiri dari 3 jenis unit yaitu 1kamar, 2 kamar, dan 3 kamar. Bangunan yang terdiri dari 35 lantai ini, ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2017.

“Kami jual ini per meternya mulai dari Rp31 juta. Kalau harga satu unit dengan 3 kamar itu bisa Rp6 miliar. Katakanlah dirata-ratakan satu unit itu Rp2 miliar. Kalau kita berbicara 300 unit, itu sudah mencapai Rp600 milar per tower. Kalau full projek, dengan kenaikan harga, setelah saya hitung itu bisa sampai Rp3,5-4 triliun untuk 6 tower,” tambah Riduan.

Apartemen yang dibangun oleh pengemang Zhuoyuan SBHD ini, diharapkan dapat menjadi jawaban atas kelesuan pasar Indonesia yang cenderung ragu untuk berinvestasi. Riduan menambahkan ini disebabkan karena tinggi tingkat kemudan tanah di Indonesia untuk dijual tanpa melihat kelengkapan administrasi tanah tersebut. Hal ini berbeda dengan di Singapura.

“Di Indonesia, tanah dibedeng itu sudah bisa dijual. Tanah bedeng itu aturan kepemilikannya sudah jelas apa belum, suratnya beres apa tidak. Kalau di sana clear. Kalau di Indonesia beli tanah bisa ngutang sama bank, tanah diagunkan. Setelah itu, mau bangun tidak punya modal, buyernya ditarik bayaran. Lalu bangun dan kalau tidak bisa, tinggal. Kalau di sana, rekening dari klien yang beli harus masuk ke rekening yang dipantau oleh pemerintah. Jadi, kalau dari rekening itu sampai ada keluar uang buat beli mobil, ya tidak bisa,” tutupnya. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)