Pasar Keramik Bisa Tembus Rp 36 Triliun

Keramik Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari masuknya Indonesia kedalam 5 kelompok besar dunia dalam kapasitas produksi, bahan baku, desain. Produk keramik Indonesia mampu bersaing dengan Spanyol, China, Italia, dan negara-negara lain.

Melihat potensi ini, Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia atau ASAKI bekerjasama dengan Reed Panorama Exhibitions membuka pameran keramik bertajuk KERAMIKA 2015. Pameran ini dhadiri oleh 61 peserta pameran baik dari dalam maupun luar negri.

Pameran Keramik di Jakarta Pameran Keramik di Jakarta

“Dalam pameran ini, kami menghadirkan berbagai produk visioner yang mengacu pada masa depan. Biasanya hanya ada ukuran keramik 30X30 atau 40X40, sementara di pameran ini kami menghadirkan  keramik berukuran 75X75 dan 25X25. Kami juga menghadirkan genteng flat keramik yang kini menjadi tren arsitek dunia. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kami ingin menghadirkan banyak hal yang berbeda di tahun ini. Tentunya ini disesuaikan dengan kebutuhan konsumen baik dimasa sekarang maupun masa depan.” ujar  Ellisa Sinaga, Ketua ASAKI.

Ia melanjutkan, bahwa pameran keramik ini tidak hanya menampilkan berbagai variasi keramik, tetapi juga teknologi mesin terbaru dan bahanbahan baku keramik dengan kualitas terbaik. munculnya berbagai mesin terbaru, membuat banyak perubahan dan peluang dalam industry keramik di Indonesia.

Pameran ini ditargetkan untuk menarik 30.000 pengunjung dengan menghadirkan banyak pemain besar. Salah satunya adalah Arwana, Centro, Indogress, Kanmuri, KIA, Niro, Roman, dan masih banyak lagi. Pameran ini juga bertujuan untuk mempromosikan industry keramik Indonesia ke pasar dalam dan luar negeri.

“MEA yang akan berlaku pada seluruh negara ASEAN, nantinya akan membuka pintu bagi masuknya produksi keramik luar ke Indonesia. oleh sangat itu sangat penting bagi pemerintah untuk meningkatkan daya saing nasional. melakukan berbagai pelatihan, modernisasi alat, terutama peralatan di lembaga penelitian milik pemerintah. Semua ini dilakukan agar hasilnya bisa diaplikasikan ke masyarakat.” ujar Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Menurut Saleh Husin,  industri keramik di Indonesia telah berkembang pesat selama 30 tahun. Tahun lalu industri ini mampu meraup Rp 30 triliun dan diperkirakan mampu mencapai Rp 36 triliun pada tahun ini. Di Indonesia sendiri ada 35 perusahaan dengan jumlah pabrik 95 unit dan mampu menyerap 200 ribu tenaga kerja.

Semua hasil produksi keramik 87% nya dijual di pasaran lokal dan hanya 13% yang diimpor. Harapannya dengan adanya pameran keramik yang dimulai 19 Maret hingga 22 Maret ini mampu menarik lebih banyak pasar asing.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)