Pelajar dan Mahasiswa Vokasi Menimba Ilmu di Mitutoyo Singapura

Pemenang lomba metrologi bersama pendamping dan perwakilan Kawan Lama Sejahtera dan Mitutoyo Asia-Pacific.

Rombongan pelajar, mahasiswa, guru, serta dosen dari Indonesia berkonsetrasi menyimak pemaparan staf Mitutoyo mengenai profil perusahan serta varian produk Mitutoyo.

Sebanyak 3 siswa SMK dan 3 mahasiswa jurusan vokasi yang didampingi guru dan dosen pendampingnya itu menyimak informasi yang disajikan oleh staf Mitutoyo di kantor Mitutoyo Asia- Pacific, Kallang Avenue, Singapura, pada Rabu pekan lalu. Mereka bertukar pikiran mengenai Mitutoyo, produsen alat-alat ukur yang digunakan pelaku industri.

Berbagai informasi mengenai varian produk Mitutoyo itu diuraikan pada diskusi interaktif , antara lain alat ukur mikrometer, kaliper, indikator, linear heights gauge, digital scale, DRO, data management-SPC, world solar indicator yang diklaim sebagai alat pengukur cahaya matahari yang pertamakali diproduksi di dunia, optical measuring, 3D coordinate measuring machine (CMM), dan vision measuring systems. Hal ini memantik kekaguman para pelajar yang kerapkali menggunakan alat ukur Mitutoyo di laboratorium sekolahnya. Mahameru Adjie Firdani, misalnya, mengapresiasi kecanggihan alat ukur buatan Mitutoyo. Siwa SMK St. Mikael Surakarta, Jawa Tengah, ini, mengacungi jempol produk-produk Mitutoyo.

Pendapat senada disampaikan oleh Hidayatul Faizin, siswa SMKN 1 Magelang, dan Feri Wahyuono SMK PGRI 1 Wlingi, Blitar, Jawa Timur, tatkala mengelilingi ruang pamer (show room) yang memajang beragam alat ukur Mitutoyo termutakhir di Metrology Centre Mitutoyo Asia Pacific di Singapura itu. Hidayatul memiliki pandangan menarik. “Saya mengamati alat-alat ukur Mitutoyo,” ujar Hidayatul ketika diwawancara SWA Online, “Sangat bervariasi produk dan fungsinya, teknologinya juga modern, seperti alat ukur yang terhubung ke sistem U-Wave, wireless system, buatan Mitutoyo.” Mitutoyo juga memproduksi MeasurlLink yang terkoneksi dengan Internet of Things dan digunakan oleh perusahaan manufaktur untuk memproses data.

Perihal sistem digital di alat ukur Mitutoyo ini, Agung Trimanto, Government Relation Manager PT Kawan Lama Sejahtera (KLS), menjelaskan hal ini merupakan contoh yang terkait dengan revolusi industri 4.0 yang dicanangkan pemerintah Indonesia. Siswa dan mahasiswa vokasi diharapkan memiliki ketrampilan dasar dan pengetahuan metrologi untuk menghadapi revolusi industri 4.0 yang bakal menggunakan sistem teknologi informasi. Ke depannya, proses bisnis akan berubah ke digital dari sebelumnya analog atau manual

Pelajar dan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini menganggukkan kepalanya mengenai potensi penggunaan alat-alat ukur berbasis digital di era revolusi industri 4.0. Adapun, mahasiswa yang berpartisipasi di kegiatan ini adalah Bernardus Bagas Agung Nugroho dari Politeknik ATMI, Surakarta, Jawa Tengah, kemudian Ervan Budi Santoso (Politeknik Meta Industri Cikarang, Bekasi, Jawa Barat), dan Annisa Budiarti (Politeknik Manufaktir Astra Jakarta). Pelajar SMK dan mahasiswa vokasi itu merupakan pemenang 1-3 di Kompetisi Metrologi Kawan Lama Tingkat Nasional 2019 untuk kategori pelajar SMK dan mahasiswa vokasi

KLS bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Kompetisi Metrologi Kawan Lama pada Februari-April 2019. Di tingkat perguruan tinggi, sebanyak 70 mahasiswa dari 37 perguruan tinggi se-Indonesia mengikuti lomba itu pada 9 April 2019. Kompetisi Metrologi ini dibagi menjadi dua kategori tes, yaitu tes teori dan tes praktik. Ketiga mahasiswa yang menjuarai kompetisi ini diberikan hadiah berupa uang tunai senilai Rp 10 juta (juara I), Rp 5 juta (juara 2), dan Rp 3 juta (juara 3) dan diberangkatkan ke Metrology Centre Mitutoyo Asia Pacific di Singapura, menjelajahi Singapura, dan berwisata ke Universal Studio Singapore pada 26-28 Juni 2019. Hadiah serupa diberikan kepada pemenang tingkat SMK. Ketiga pemenang tingkat SMK ini menyisihkan 15 finalis. Sebelumnya, mereka berkompetisi di babak awal dengan menyisihkan 425 siswa SMK se-Indonesia.

Para pemenang lomba ini disambut oleh Naotatsu Fujiwara, Managing Director Mitutoyo Asia-Pacific, Singapura, yang menyampaikan apresiasinya tatkala keenam pemenang bersama guru/dosen pendampingnya mengunjungi Metrology Centre Mitutoyo Asia Pacific itu. Fujiwara dan keenam pemenang serta pewarkilan KLS menyempatkan untuk berkomunikasi. Sesekali Fujiwara berguyon dengan bahasa Indonesia. “Bisa (bahasa Indonesia) sikit-sikit (sedikit),” ujar Fujiwara, yang pernah bertugas di Mitutoyo Malaysia, dengan nada guyon.

Adapun, Mitutoyo Asia-Pacific  di Singapura ini beroperasi sejak tahun 1978. Kantor Mitutoyo ini menaungi Asia Tenggara dan Oseania. Sedangkan jaringan enjualan dan layanan global Mitutoyo tersebar di 59 negara (163 kantor cabang), salah satunya PT Mitutoyo Indonesia yang didirikan di tahun 2005 dan berkantor di Kawasan Lippo Cikarang, Bekasi.

Di Indonesia, Kawan Lama Sejahtera atau KLS, merupakan distributor Mitutoyo.Nah, KLS menggelar Kompetisi Metrologi tingkat nasional ini sebagai salah satu bentuk dukungan dalam pengembangan kompetensi para siswa dan mahasiswa di bidang metrologi atau pengukuran. Acara ini didukung oleh brand alat ukur asal Jepang, Mitutoyo. Kawan Lama sebagai distributor peralatan teknik, seperti alat ukur dan mesin-mesin kebutuhan industri dan komersial berpartisipasi aktif untuk mendukung pelajar yang menimba ilmu pada program keahlian Teknik Mesin dan Otomotif.

Kompetisi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk kemajuan dunia pendidikan, khususnya menciptakan tenaga kerja yang cakap dan berkeahlian tinggi di bidang metrologi atau pengukuran. “Ke depannya, Kompetisi Metrologi diadakan rutin setiap setahun sekali dan peserta lomba akan mencakup pelajar dan mahasiswa vokasi di Indonesia Bagian Timur. Sebelum masuk ke seleksi tingkat nasional, kenjang seleksi peserta bermula di tingkat regional,” tutur Agung menjabarkan rencana Kompetisi Metrologi di tahun 2020.

Pemenang Kompetisi Metrologi tahun ini menyisakan kenangan manis usai berkunjung ke kantor Mitutoyo dan menjelajahi Singapura. Betapa tidak, reputasi sekolah SMK dan mahasiswa yang memenangi lomba ini terkerek. Hal ini disampaikan oleh guru SMK yang mendampingi siswanya, yaitu Yakobus Dani Senja, Nursokhip Turmudi Dasuki, Trio Adi Wibowo, Yotam Stefanditya, Merdieco Rivandi, dan Rina Puspita Sari. “Jumlah siswa baru yang mendaftar ke sekolah kami itu melonjak. Kepala Sekolah kami sangat senang dan foto-foto siswa kami yang juara serta kunjungan di Mitutoyo Asia Pacific di-posting di Instagram dan direspon positif,” ujar Trio, guru SMK PGRI 1 Wlingi, Blitar, yang mengisahkan efek domino siswanya menjuarai Kompetisi Metrologi itu.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)