Peluang Bisnis Kelapa untuk Penyembuhan Diabetes

Salah kaprah yang sudah melekat di masyarakat Indonesia mengenai hubungan antara kelapa dan kolestrol yang selama ini beredar, mengusik dokter bernama Zainal Gani . Ia telah mematahkan fitnah minyak kelapa sebagai sumber penyakit. Hal ini juga dijadikan peluang bisnis yang sudah melebarkan sayapnya hingga ke Jepang dan Korea.

Melalui pengalaman pribadinya yang terkena penyakit diabetes selama 35 tahun. Dr Gani begitu sapaannya pada tahun 2004 mengikuti acara Kelompok Tani Andalan (KTA) di Sulawesi, tepatnya di Bukit Inspirasi. Di sana Gani menemukan jawaban obat atas penyakit yang telah dideritanya yaitu kelapa. Sempat tidak percaya dengan anjuran salah seorang kerabatnya, sepulang dari Sulawesi. Gani langsung membeli 10 butir kelapa yang kemudian ia konsumsi sehari-hari.

IMG-20151018-WA0007_resized_1

Siapa sangka keraguan akan manfaat kelapa justru menghasilkan gula darah Gani justru drop. Setelah melakukan riset, akhirnya ia mengembangkan kelapa kemudian memasarkannya dengan cara berkampanye serta meyakinkan masyarakat mengenai khasiat kelapa tersebut.

“Karena kami tidak hanya menjual minyak kelapa, karena menurut dokter Gani ini hutang budi beliau cara membalasnya dengan memasyarakatkan kelapa kembali. Kalau mau konsumsi kelapa sendiri silakan, namun kalau mau Virgin Coconut Oil (VCO) kami juga menyediakan,” ujar Anas, Marketing Vico Bagoes.

Sebanyak tiga hingga lima ton kelapa setiap bulannya dikelola menjadi minyak kelapa yang kemudian dipasarkan baik lokal maupun ke luar negeri. Di lokal sendiri Anas mengakui merasa kesulitan untuk menggarapkan hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat akan khasiat minyak kelapa tersebut.

Menurut Anas, hingga saat ini pasar terbesar masih di luar negeri seperti Jepang dan Korea yang menjadi negara tujuan ekspornya. Ia mengakui keuntungan yang diperoleh dari penjualan juga sebagian di anggarakan untuk mencetak buku yang bertujuan melakukan edukasi kepada masyarakat. “Kami tidak hanya mencari keuntungan, dari sini pun mengedukasi kembali agar orang mau mengonsumsi kelapa, keuntungannya dipakai untuk mencetak buku dan edukasi,” lanjutnya.

Konsumsi VCO yang besar di Eropa, Jepang dan US, ini menjadikan potensi pasar yang bagus bagi Vico. Selain itu, Anas berharap Indonesia sebagai pemilik pohon kelapa terbesar di dunia bisa merasakan banyak manfaat dari minyak kelapa.

“Tentu kami ingin mengajak masyarakat untuk mengonsumsi kelapa karena kelapa Indonesia ini kan sebagai pemilik pohon kelapa terbesar di dunia, tapi kenapa potensinya belum optimal. Selain mendapatkan penghasilan , hidup lebih sehat. Kelapa itu bisa kita jadiakan ribuan produk dari akarnya, batangnya, buahnya. 40 tahun umurnya,” tutupnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)