Pemain Logistik Nasional Harus Siap Hadapi Interkoneksi ASEAN

Pemain logistik nasional harus siap hadapi interkoneksi logistik ASEAN. Aneka persiapan telah dilakukan oleh para pemain, termasuk CKB Logistik (PT Cipta Krida Bahari). Perusahaan tersebut selain mengembangkan sistem infrastruktur teknologi informasi, juga meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.

Interkoneksi logistik ASEAN itu merupakan peluang yang besar. Semua tergantung pemain logistik masing-masing bagaimana bersaing,” ujar Denny Fikri, GM Sales Marketing CKB Logistik. Perusahaan logistik nasional bisa masuk ke negara-negara Asia Tenggara tersebut asalkan daya saing ditingkatkan.

Tetapi, Denny mengakui pemain lokal bakal banyak menemui kendala. “Sebagai pemain lokal, foot print di luar negeri sangat kurang. Baik dari segi sumber daya maupun infrastruktur di ASEAN,” jelasnya. Dibanding Singapura dan Malaysia, jaringan pemain logistik Indonesia masih sangat lemah. “Mereka (Singapura dan Malaysia) punya jaringan yang kuat di ASEAN. Secara bisnis mereka sudah hadir di negara-negara tetangga. Sementara pemain Indonesia masih hanya berkutat di pasar domestik,”  ujarnya.

Kuatnya jaringan itu, tentu saja akan mempermudah perkembangan pemain logistik asing di Indonesia. Sebab, perusahaan multinational lebih senang bekerja sama dengan perusahaan serupa. Alasannya, mereka memiliki jaringan yang juga luas di luar negeri. Beda dengan perusahaan logistik nasional. Pemain lokal dianggap kurang punya jaringan di luar negeri. “Kalau antar perusahaan multinational, koneksinya lebih gampang, ketimbang dengan perusahaan Indonesia yang ketika keluar harus pakai agen lain lagi,” Denny menguraikan.

Soal sumber daya manusia juga dinilai sangat terbatas. Penguasaan terhadap supply chain dinilai masih sangat kurang. Belum lagi kendala bahasa. Peraturan dalam Sislognas untuk constraint interkoneksi logistik ASEAN tidak terlalu membantu. Karena peraturan tersebut tentu saja ada batas waktunya. Yang lebih penting, menurut Denny, menggalakkan pendidikan logistik. “Sekarang ini sekolah logistik, bahkan perguruan tinggi yang khusus mempelajari logistik masih sangat kurang,” dia menegaskan.

Dengan adanya interkoneksi ASEAN ini dipastikan pemain asing akan lebih jauh mengambil pasar logistik di Indoesia. Saat ini sudah banyak pemain asing di beberapa pelabuhan dan bandar udara di Indonesia. “Dengan interkoneksi logistik tentu saja peluang pemain asing masuk lebih dalam ke pasar logistik nasional makin lebar,” ucapnya. Tetapi, Denny mengaku pihaknya sudah siap dengan interkoneksi logistik ASEAN. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)