Capdase Bidik 30% dari Pasar Pengguna Mobile Phone di Indonesia

Di kancah dunia internasional, Indonesia merupakan salah satu negara yang paling sering mengakes internet menggunakan smartphone. Di Twitter, 2.4 juta pesan berasal dari Indonesia, 23.000.000 pemilik akun Path berasal dari Indonesia. Hal tersebut belum ditambah dengan media sosial yang lain yang semakin mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan screen addicted.

Ribbon Cutting Ceremony (ki-ka) - Charles Wong, Joe Lee, Derek Mak, Bruce Annis Ribbon Cutting Ceremony (ki-ka) - Charles Wong, Joe Lee, Derek Mak, Bruce Annis

“Indonesia are screen addicted. Selain social media, orang Indonesia juga sangat menyukai chatting seperti, Whatsapp, BBM, Line, dll. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 5 jam 27 menit untuk terkoneksi dengan internet, baik laptop, PC, ataupun smartphone. Untuk mobile internetnya sendiri, orang Indonesia menghabiskan waktu 2 jam 30 menit. Ini berarti orang Indonesia sangat sering mengakses internet, terutama via mobile. Saya tidak tahu kenapa, tapi kemungkinan besar karena sering terjebak kemacetan di jalan,” Bruce Annis, Vice President of Sales & Marketing, Europe & Middle East Capdase, berkelakar.

Hal ini lah yang menyebabkan mengapa toko pertama Capdase di buka di Jakarta di Indonesia.”Sebagai pengguna aktif mobile phone, orang Indonesia seringkali menggunakan lebih dari satu mobile phone. Saya sendiri memiliki 5 mobile phone,” jelas Charles Wong, Director of Sales Marketing North America. Maraknya pelindung HP merek Capdase palsu yang beredar di pasaran Indonesia, juga menjadi salah satu alasan kenapa mereka mendirikan toko perdana mereka di Indonesia.

Nantinya, akan ada 50 juta produk mobile phone yang masuk ke Indonesia. Brand yang muncul sejak tahun 2003 ini menargetkan 30% dari pengguna mobile phone akan menggunakan produk mereka. Khusus untuk produk yang populer seperti, Apple, BlackBerry, Samsung mereka menargetkan penggunaan produknya 100 hingga 200%. Produk yang memiliki pabrik di Cina dan Taiwan ini pun optimis dengan target pencapaian tersebut.

Toko dengan desain minimalis namun modern ini, menyediakan berbagai kebutuhan aksesoris seperti power bank, pelindung HP, charger, kabel, audio, dan lain lain ini,  terletak di mal Taman Anggrek dan menyediakan 400 pilihan aksesoris. “Kami sebenarnya memiliki banyak variasi aksesoris, ada sekitar 500 juta pilihan, namun untuk di Indonesia kami hanya menyediakan 400 pilihan. Ini disesuaikan dengan kebutuhan orang Indnesia, sebelumnya kami telah melakukan berbagai penelitian mengenai kebutuhan dan jenis serta merek ponsel apa saja yang populer di Indonesia,” jelas. Derek Mak, Founder & Executive Director Capdase.

Menurutnya lagi, saat ini Capdase sedang berfokus pada toko perdana mereka di Indonesia, sehingga Capdase belum tertarik untuk membuka toko di tempat lain “Namun tentu kami akan pertimbangkan hal tersebut,” sambungnya lagi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)