Penetrasi Smartfren Jangkau Pasar Korporasi

Menjelang akhir tahun ini PT Smartfren Telecom Tbk meluncurkan layanan terbaru. Layanan ini ditujukan untuk menggaet pasar di sektor korporasi yang selama ini belum digarap. Dengan layanan ini diharapkan Smartfren dapat melebarkan pasarnya yang selama ini disokong mayoritas dari layanan data.

Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Commercial Smartfren, mengatakan, keterikatan pasar dengan layanan ini memiliki jangka waktu yang lama bila dibandingkan kartu seluler. “Kami saat ini menyasar pasar high value. Korporasi dalam menganggarkan budget atau bekerja sama lebih selektif. Kerja sama yang terjalin bukan hanya selama dua tahun saja, tapi hingga sepuluh tahun,” papar Djoko.

Smarftfren

Layanan solusi bisnis untuk korporasi ini ditawarkan dalam bentuk berbagai jenis aplikasi dan perangkat perangkatnya sekaligus. Djoko mengatakan, aplikasi yang dibuat disesuaikan dengan sektor bisnis dari korporasi yang menggunakan layanan ini. Beberapa aplikasi yang ditawarkan untuk mendukung kebutuhan sales tracking, jasa antar dokumen, hingga pemasaran.

Misalnya, layanan ini digunakan oleh korporasi sektor perkantoran. Jika, pimpinan sedang di luar negeri padahal ada dokumen yang harus ditanda tangan, dengan aplikasi ini pimpinan tersebut tinggal tandangan saja di layar mobile device. Nanti tanda tangan tersebut bisa dikirim ke pegawainya,” kata Djoko.

Ia menambahkan layanan ini bisa digunakan oleh sektor-sektor bisnis seperti, instansi pemerintahan, distributor, industri manufaktur, bisnis keuangan, properti, transportasi hingga pendidikan. “Kami juga merancang aplikasi yang bisa disesuaikan oleh kebutuhan konsumen itu sendiri,” imbuh Djoko.

Djoko yakin layanan terbaru yang telah dirancang sejak dua tahun lalu ini diterima oleh pasar. Menurutnya, kebutuhan korporasi pada teknologi terus meningkat seiring tingginya kompetisi usaha antar perusahaan. Selain itu, layanan ini dinilai Djoko dapat mengurangi biaya operasional usaha dan meningkatkan produktifitas karyawan.

Manajemen Smartfren menargetkan korporasi yang menggunakan layanan ini meningkat di tahun depan, sekitar 300 korporasi. Djoko mengungkapkan, sektor usaha yang paling banyak menggunakan layanan ini adalah industri manufaktur. Selama masa percobaan dua tahun ini, sudah ada sekitar 100 korporasi yang menggunakan layanan ini. “Tahun depan layanan ini meningkat higga dua kali lipat dari sekarang yang menyumbang 8 persen dari revenue,” para Djoko.

Untuk pembuatan aplikasinya, Smartfren menggandeng beberapa perusahaan berbasis teknologi seperti, PT Nagabendu Technologies, PT Inlight Trisula, PT Pravina Visi Manunggal, PT Orange Garden Indonesi, PT Softoundry Technology, PT Eskalink, PT Inti Bangun Sejahter dan PT Moratelindo.

Keuntungan yang diperoleh dari kerja sama ini dilakukan dengan sistem bagi hasil. “Untuk kami dari kerjasama ini pembagiannya sekitar 60 persen untuk kami,” ungkap Djoko. Ia juga berharap selain dari keuntungan dari kerja sama, penggunaan pulsa dapat merasakan manfaatnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!