Perkuat Hubungan Dua Negara Melalui Momiji Matsuri

Makin banyaknya perusahaan asal Jepang yang masuk ke Indonesia, membuat beberapa pengembang berusaha untuk menciptakan suasana tempat mereka mendekati Negeri Sakura. Pendekatan tersebut dilakukan dari sisi infrastruktur, pengelolaan tempat, hingga budaya. Memang, Jepang sendiri merupakan negara di Asia Selatan yang sangat dikenal di dunia. Bukan hanya dari industri dan kemajuan teknologi, kedisiplinan dan budaya juga menjadikan Jepang memiliki daya tarik tersendiri.
momiji matsuri 2015 jababeka (2)
Saat ini, beberapa perusahaan asal Jepang melakukan investasi di beberapa daerah indonesia, dalam posisi yang terpusat. Salah satunya adalah Kota Jababeka. Kota terintegrasi yang terletak di kawasan industri kota Cikarang ini berusaha menampilkan Jababeka sebagai “Little Tokyo” melalui festival Momiji (Momiji Matsuri).

Momiji Matsuri sendiri diambil dari salah satu festival Jepang yang menyambut datangnya musim panen. Momiji sendiri merupakan jenis tanaman di Jepang yang berubah warna sebelum daunnya berguguran. Warna dan bentuk daun momiji yang unik membuat daun in sebagai symbol musim panen. Untuk mengadakan acara ini, Jababeka bekerja sama dengan Komunitas Alumni Jepang Indonesia (KAJI), serta didukung penuh oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, The Jakarta Japan Club (JJC), Japan External Trade Organization (JETRO), Japan National Tourism Organization (JNTO), The Overseas Human Resources and Industry Development Association (HIDA), Japan Foundation (JF), serta Perkumpulan Masyarakat Jepang di Cikarang.

Menurut Fuad A. Kadir, Ketua KAJI, dipilihnya kawasan ini sebagai tempat pelaksanaan Momiji Matsuri yang pertama ini karena merupakan salah satu pusat industri perusahaan Jepang di Indonesia yang mengalami pertumbuhan begitu cepat dalam berbagai sektor. Momiji Matsuri ini juga diharapkan menjadi wadah terciptanya suasana keakraban bagi orang Jepang dan Indonesia.

“Tujuan dari Momiji Matsuri adalah untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan Jepang melalui pertukaran budaya dan olahraga, dengan harapan sebagai titik awal terciptanya suasana ‘’Little Tokyo’’di dalam wilayah Kota Jababeka,” ujarFuad A. Kadir.

Festival Momiji 2015 ini juga menampilkan banyak kebudayaan, baik dari budaya Indonesia maupun budaya Jepang. Penyelenggara berharap bahwa masyarakat Indonesia, baik yang sudah mengenal budaya Jepang maupun yang belum mengenal, dapat merasakan kegembiraan di festival ini. Sedangkan bagi warga Jepang, selain melepas rindu suasana kampung halaman, mereka diharapkan dapat saling lebih mengenal dan lebih mempererat hubungan antara Jepang dan Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Agus Trihono turut mengapreasiasi adanya kegiatan pertukaran budaya seperti Momiji Matsuri 2015 dan berharap kegiatan serupa akan semakin banyak di wilayah Bekasi.

“Budaya dan olahraga merupakan alat pemersatu antar bangsa yang efektif. Pertukaran budaya selalu membawa manfaat yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat,” ujar Agus.

Untuk menyukseskan acara, pelaksanaan Momiji Matsuri 2015 ini dibantu oleh 150 orang sukarelawan kebersihan selama 2 hari. Tujuannya adalah menciptakan kenyamanan serta kampanye mengenai kebersihan di Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)