Permintaan Tablet Murah Bakal Melejit

Permintaan produk tablet diperkirakan akan terus meningkat. Bukan hanya karena mudah dibawa dan sifatnya yang selalu hidup layaknya telepon seluler (ponsel). Harga produk tablet yang kini sangat terjangkau juga menjadi pendorongnya.

“Tablet jenisnya macam-macam. Ada (kelas) high-end, mid, entry level. Jadi mau dibawah Rp 1 juta pun ada,” sebut Teguh Prasetya, pengamat telematika, kepada SWA online, di sela-sela peluncuran produk tablet Vandroid T1C keluaran Advan, di Jakarta, Selasa (30/10/2012).

Dia menjelaskan, perbedaan antara smartphone dan tablet semakin tipis. Smartphone semakin besar dalam hal ukuran, sedangkan tablet justru semakin mengecil. Yang membedakan antara keduanya adalah fungsi telekomunikasi.

Tablet pun semakin menggantikan peran notebook ataupun laptop. Baik notebook maupun laptop memiliki kelemahan yakni perlu dihidupkan terlebih dahulu untuk bisa digunakan. Sementara sifat tablet selalu hidup. “Always on, nggak pernah mati. Always connected. Ini kelebihan tablet dibandingkan notebook, PC (personal computer),” lanjutnya.

Dibandingkan ponsel, ukuran layar tablet lebih besar. Dengan layar ini, konsumen dimudahkan dalam melakukan pekerjaannya ataupun menonton hiburan. Bahkan, menurut dia, tablet untuk keperluan kerja sudah menjadi menjadi strategi utama perusahaan.

Sekarang ini, Teguh mengatakan, tablet tidak hanya diproduksi oleh produsen global saja. Produsen lokal, seperti Advan di Indonesia, juga bisa mengeluarkan produk tablet yang spesifikasinya hampir sama dengan merek global. Bedanya ada di faktor harga. Harga yang ditawarkan produsen lokal biasanya terjangkau. Harga tablet pun akhirnya bervariasi. Ini lantas menjadikan tablet bisa dinikmati oleh semua golongan masyarakat.

Karena itu, penggunaan tablet pun kian menjamur di Indonesia. Bisa dilihat dari penetrasi tablet yang sekarang hampir 10 persen dari total peredaran handset. Artinya, setiap penjualan 10 juta perangkat baru, maka tablet mempunyai porsi sebanyak 1 juta unit. “Ini menunjukkan demand (permintaan), acceptancy (penerimaan) yang sangat positif terhadap tablet,” tuturnya.

Keberadaan tablet dengan harga murah, menurut dia, akan bertumbuh. Apalagi, menurut dia, konsumen Indonesia sifatnya tidak brand-minded. Konsumen justru dinilai lebih melihat fungsi suatu produk. Masyarakat akan lebih memilih produk yang sesuai dengan kebutuhannya dan harga terjangkau.  Apalagi spesifikasi tablet murah pun tidak jauh berbeda dengan yang harganya mahal. “Mereka itu lebih fungsi-minded," tegasnya.

Melihat hal itu, Teguh meyakini, jumlah penjualan tablet murah akan bisa mengalahkan tablet yang menyasar kalangan menengah-atas ke depannya. “Saya rasa kalau dari sisi jumlah pasti akan mengalahkan. Pasar kan banyak ke bawah, di bawah Rp 1 juta. Paling laku di sana,” tandas dia. (Ester Meryana)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)