Pertaruhan Vida Bekasi di Teras Alun-Alun

Edward Kusma, Direktur Vida Bekasi (kiri) dan Daliana Suryawinata, Principal SHAU (kanan) saat mwngunjungi show unit Teras Alun-Alun di VidaFest 2017.

Setelah sukses mengembangkan rumah tapak Gunad Land -pengembang Vida Bekasi- mulai melirik ke bangunan vertikal yaitu apatermen bersubsidi. Salah satu proyek yang sedang dipersiapkan adalah Teras Alun-alun. Menurut Edward, Kusma direktur Vida Bekasi, Teras Alun-alun diharapkan bisa berkontribusi terhadap pengentasan permasalahan kekurangan pasokan hunian di area perkotaan, sekaligus mendukung Program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah sejak 2015.

Edward menambahkan, kontribusi Vida Bekasi terhadap Program Sejuta Rumah memang masih belum banyak. Namun, ia optimis ke depan Vida Bekasi dapat mengembangkan hingga lebih dari 10,000 unit di kawasan Bekasi.

Unit Apartemen Teras Alun-Alun sudah mulai dijual akhir September lalu dengan total tahap pertama 200 unit. Konsumen dapat memesan dengan membayar DP mulai dari Rp. 3 juta-an dan cicilan mulai dari Rp. 2 juta-an.

Rencananya, Teras Alun-Alun akan dibangun di lagan seluas 4.700 meter persegi, bangunan 5 lantai akan selesai dikerjakan dalam waktu 12 bulan. Harganya Rp 302 juta untuk tipe 36, sedangkan tipe 50 sekitar Rp 500 juta. "Proyek ini akan mulai 6 bulan ke depan dan selesai dalam waktu 18 bulan," kata Edwardj.

Untuk rancangan Teras Alun-Alun, Vida Bekasi menggandeng SHAU, yang didirikan oleh duo arsitek asal Indonesia dan Jerman, Daliana Suryawinata dan Florian Heinzelmann.

Dalam merancang Teras Alun-Alun, SHAU menuangkan prinsip arsitektur urban untuk hunian kolektif yang betul-betul memperhatikan faktor manusia yang hidup di dalamnya.

Menurut Daliana Suryawinata, Principal SHAU, Teras Alun-alun dirancang dengan memikirkan semua aspek yang terkait dengan kebutuhan hidup penghuni apartemen. “Hunian terjangkau yang memiliki desain yang baik memang masih sangat sedikit di Indonesia. Padahal aspek – aspek desain seperti penghawaan dan pencahayaan alami yang optimal sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya, dan desain yang menarik secara psikologis dapat membuat penghuni lebih bahagia dan ingin selalu pulang ke rumah.

Untuk memeriahkan penjualan unit Teras Alun-Alun, Vida Bekasi menggelar festival tahunan, Vidafest 2017 di kawasan InSitu – Bumiwedari, Vida Bekasi, Jawa Barat. Bila tahun lalu menghadirkan kolaborasi seni dan hiburan dari komunitas lokal Bekasi, maka tahun ini Vidafest menambahkan kolaborasi ide untuk hunian perkotaan, yang diwujudkan dalam pameran dan talkshow arsitektur tentang hunian kolektif yang lebih humanis.

Kolaborasi ide yang digagas bersama arsitek, perencana dan pengembang diwujud nyata dalam peluncuran ‘Teras Alun-alun’, sebuah kawasan hunian terbaru di Vida Bekasi. Teras Alun-alun adalah apartemen bersubsidi pertama yang dibangun di kawasan terpadu 130 hektar yang berlokasi di Narogong, Bekasi.

Sementara itu, pemateri dari Urban+ yang menangani master plan kawasan Bumipala, Ardzuna Sinaga, mengatakan bahwa kunci dari berhasilnya master plan dan desain arsitektur kawasan hunian justru ditentukan oleh komunitas penghuni. “Arsitek dan perencana bisa merancang, pihak pengembang dapat membangun, namun pihak komunitas lah yang berperan sebagai aktor utama dalam menghidupkan kawasan yang sudah dirancang terintegrasi dengan berbagai fasilitas publik.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)