Pertumbuhan Pasar CCTV di Indonesia 20% Setahun

Roddy Tjhin CEO PT Tiga Putera Internasional (TPI) (kanan)

Ingat kejadian runtuhnya selasar gedung BEI (Bursa Efek Indonesia) di Jakarta dua hari lalu? Video detik-detik runtuhnya selasar di lantai 1 BEI itu tersebar di banyak berita juga grup percakapan media sosial diperoleh dari CCTV (Closed Circuit Television) yang ada di gedung tersebut.

Kebutuhan akan CCTV ternyata makin tinggi dalam dua tahun terakhir. Diperkirakan pertumbuhan pasar CCTV di Indonesia mencapai 20% per tahun. Angka ini diperkirakan akan meningkat tahun ini.

Menurut Roddy Tjhin CEO PT Tiga Putera Internasional (TPI), nilai pasar CCTV di Indonesia mencapai US$ 100 juta pada 2017. “Pertumbuhan penjualan CCTV sangat bagus di sini mencapai 20 persen per tahun,” ujarnya selepas acara pengumuman kemitraan Hikvision dengan PT TPI sebagai distributor resmi dan tunggal HiLook salah satu produk CCTV di Shangri La Hotel Jakarta (17/01/2017). TPI sebagai pemain yang sudah bergelut di pasar CCTV selama 10 tahun melihat potensi pasar ini masih belum tergarap maksimal. Terutama di pasar kelas menengah bawah.

Maka itulah TPI mulai melirik ceruk pasar ini dengan menghadirkan Hi Look, merek CCTV yang memang ditujukan untuk pasar menengah bawah. “Kami sebagai distributor resmi dan tunggal dari Hikvision saat ini menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar CCTV untuk kelas menengah atas. Sepanjang menggarap pasar ini kami melihat ceruk pasar middle low belum tergarap maksimal, maka itulah kami menghadirkan HiLook sebagai second brand untuk solusi suveilans yang lebih terjangkau namun tetap andal,” terangnya.

Ia menyebut, tahun 2016 penjualan CCTV merek di bawah Hikvision yang dikelolanya di Indonesia mencapai US$ 40 juta. “Tahun 2017 tumbuh sekitar 25 persen, jadi secara pasar memang ini sangat bagus,” katanya. Dengan menghadirkan HiLook, ia meyakini TPI bisa lebih luas lagi bertumbuh. Terlebih produk HiLook disamping murah harganya, pemasangannya juga sangat mudah, bisa diapliasikan siapa saja, bahkan oleh mereka yang belum pernah sama sekali menggunakan solusi ini. Untuk mendukung penjualan produknya, TPI menunjuk master daeler yang sudah tersebar di beberapa kota seperti Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Padang, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Yogjakarta, Surabaya, Denpasar, dan beberapa kota besar lainnya di seluruh Indonesia.

“Kami percaya Tiga Putera bisa mendistribusikan produk ini hingga ke seluruh Indonesia dengan layanan prima. Apalagi saat ini mereka sudah memiliki master daeler yang sangat banyak dan tersebar di seluruh Indonesia. Kami meyakini juga sinergi ini dapat memberikan kontribusi positif pada merek HiLook mengingat pengalaman Tiga Putera sebagai distributor solusi surveilans sejauh ini memang sudah tidak diragukan lagi,” jelas Oliver Chen Sales Director HiLook dan EZVIZ.

Ditambahkan Ocha Sandi Wijaya, Regional Distribution Manager Hikvision Indonesia, Hi Look cukup sukses di beberapa negara seperti Thailand, Vietnam, Pakistan dan sebagainya. Dengan dipegang oleh TPI yang telah sukses juga memegang Hikvision, ia meyakini kesuksesan ity juga akan diraih di pasar Indonesia.

Melengkapi range produk yang sudah ada, disaat bersamaan TPI juga memperkenalkan beberapa varian produk baru EZVIZ untuk solusi smart home tapi yang mudah digunakan plus harga terjangkau. Sepaket EZVIZ sudah termasuk mini plus internet camera, mini trooper, dan smart home alarm starter kit. “EZVIZ ini menyasar kelas menengah atas, kameranya berbasis internet yang datanya bisa dismpan di cloud, bisa dipantau melalui smartphone. Ini solusi bagus untuk keamanan usaha dan rumah, terutama kalau rumah untuk mereka yang memiliki bayi atau balita,” terang Roddy. Sayangnya pada sesi akhir wawancara belum mau menyebutkan target penjualan HiLook dan EZVIZ tahun ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!