Polytron Mantap Ramaikan Smartphone Menengah

Langkah Polytron masuk ke industri telepon selular kian serius setelah membukukan kenaikan penjualan hingga dua kali lipat tiap tahunnya. Tak pelak, PT Hartono Istana Teknologi kian rajin mengeluarkan produk baru. Bahkan, Polytron tengah bersiap mendirikan pabrik perakitan ponsel di Indonesia.Polytron-2

“Produk kami cukup diterima oleh pasar. Responnya cukup baik,” kata Tekno Wibowo, Direktur Pemasaran PT Hartono Istana Teknologi. Tekno mengatakan pihaknya baru masuk ke industri mobile phone sejak 2011 lalu. Dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun tersebut, Polytron telah merilis lebih dari 20 varian telpon genggam. “Kami punya featured phone dan smart phone. Lebih banyak smartphone,” ia menambahkan.

Meski tak menyebut angka pasti, Tekno mengaku penjualan smartphone Polytron tumbuh hingga dua kali lipat tiap tahun. “Kalau secara unit, saya tidak hafal. Tapi melihat pertumbuhannya cukup bagus,” katanya diplomatis. Namun, Tekno sempat mengungkapkan pihaknya menaruh target penjualan 1 juta unit mobile phone sepanjang tahun 2013 ini.

Ihwal pertumbuhan penjualan ini diamini Fery Wiriaatmadja. Commercial & Investor Relation Director PT Electronic City Indonesia ini malah mengaku penjualan produk Polytron naik lebih dari 300 persen di gerainya. Bahkan, mobile phone Polytron menjadi tiga besar merek yang paling laku di seluruh jaringan Electronic City di Indonesia. “Secara volume, setahun belakangan ini Polytron selalu rangking tiga. Ini kan prestasi bagus,” ujar Fery. Saingan Polytron adalah smartphone asal Korea Selatan dan Kanada. “Secara teknologi, kami bisa bersaing dengan merek-merek yang sudah ada,” Tekno menimpali.

Mendirikan Pabrik dan Kesulitan Akses Part

Polytron, agaknya, memang memosisikan diri sebagai pesaing smartphone asal negeri gingseng tersebut. Tengok saja produk Wizard Note W7530 yang baru saja diluncurkan. Produk tersebut merupakan phablet dengan OS Android A9 dualcore berlayar 5 inch. Dengan segala fitur yang tertanam di dalamnya, jelas Wizard Note ini hadir untuk berkompetisi dengan Samsung Galaxy Note. Apalagi, Polytron Wizard Note dibanderol Rp 3.299.000.

Disinggung soal ini, Tekno tidak memberi jawaban yang tegas. “Dulu Samsung juga produsen perangkat elektronik rumah tangga. Dia bisa seperti sekarang karena ekosisPolytron-3tem industri di negaranya mendukung,” ujarnya.

Tekno mengaku pihaknya tidak ketinggalan dalam sumber daya manusia untuk menciptakan teknologi. “Orang kita sangat bisa. Tapi kita tidak punya akses ke elemen partisi dengan teknologi baru karena industri seperti itu tidak ada di Indonesia,” dia menjelaskan. Kalau saja ekosistem untuk berproduksi ponsel canggih sudah ada, Polytron tak segan membangun pabrik di ponsel di Indonesia.

“Memang rencananya kami akan membangun pabrik,” tambah Tekno. Pabrik tersebut rencananya akan dibangun akhir 2013 ini. Pabrik hanya untuk perakitan. “Kami masih pertimbangkan antara Surabaya atau Kudus untuk lokasinya,” ujar Tekno. Sayang Tekno enggan menyebut angka investasi untuk pembangunan pabrik tersebut. (***)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!