Popcon Asia 2015 Targetkan 35 Ribu Pengunjung

Menurut sebuah studi yang dilakukan pada 2011 oleh Martin Prosperity Institute, negara-negara yang makmur dapat diketahui dari mereka yang memiliki indeks kreativitas tinggi - sebuah angka yang diukur berdasarkan tiga hal: teknologi, talenta dan keterbukaan.

Perwakilan KCCI, Tri Damayantho (Kosasih Award), Faza Meonk, Mayumi Haryoto (CEO Kreavi), Sunny Gho, Dennis Adishwara (CEO Layaria), Arnaud Miquel (IFI) dan Grace Kusnadi (CEO Revata) di Temu Media Popcon Asia 2015_500x333

 

Bagaimana negara tersebut memiliki kualitas penduduk yang bagus, yang bisa berkreasi dan menciptakan teknologi serta berbagai karya baru, sekaligus terbuka untuk menerima beragam ide dari berbagai tempat. Indonesia punya banyak kreator konten dan produk kreatif yang karyanya luar biasa. Mereka berhasil membawa nama Indonesia dan mendapatkan pengakuan di tingkat global atas hasil karya mereka. Sayangnya, karena rendahnya pengetahuan akan HKI, karya mereka tidak dihargai sepantasnya.

Dalam rangka memberikan apresiasi dan wadah bagi para pelaku industri kreatif lokal bertaraf internasional, yang merupakan hasil dari proyek perusahaan yang bergerak di industri kreatif seperti Revata, Fabula, Kibar, Kreavi, Layaria, Pionicon, dan Plastic Culture menghadirkan kembali festival popular culture tahunan terbesar di Asia, Popcon Asia 2015. Acara yang didukung oleh Korean Cultural Center (KCC), Institut Français d'Indonésie (IFI), dan Akademi Samali akan dihadiri oleh pengunjung dari berbagai negara seperti Indonesia, Singapura, Australia, Jepang, Perancis, Malaysia, Thailand, Korea, dan Filipina.

“Popcon Asia merupakan sebuah inisiatif untuk mendorong agar para kreator intellectual property Indonesia bisa maju ke kancah internasional. Popcon Asia juga menjadi wadah untuk berjejaring dan berkolaborasi antara kreator, penikmat, brand, pemerintah, media dan pemangku kepentingan lain untuk menumbuhkan industri kreatif di Indonesia." ujar, Mayumi Haryoto, Program Director Popcon Asia 2014 dan CEO Kreavi.com

Menurutnya, penyelenggaraan Popcon ini sangatlah penting dalam upaya mendorong tumbuhnya lebih banyak kreator yang berkarya. Dalam acara kali ini akan diadakan Portfolio Review, yaitu sebuah business matching yang diperuntukan bagi para pelaku seni yang belum dapat atau belum tahu harus mempublish karyanya.

“Portofolio Review ini adalah sebuah platform bagi para pelaku seni yang ingin menerbitkan karyanya. Karena disini mereka akan ditemukan langsung oleh para publisher atau investor-investor yang ingin mendukung karyanya,” lanjut Mayumi.

Target jumlah pengunjung dari acara yang diadakan selama tiga hari ini, sebanyak 35 ribu orang dari Indonesia dan regional. Serta diharapkan akan hadir 200 eksibitor. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)