Potensi Pasar Wisatawan Muslim Millenial Capai US$ 300 Miliar | SWA.co.id

Potensi Pasar Wisatawan Muslim Millenial Capai US$ 300 Miliar

Berdasarkan laporan terbaru dari Mastercard-HalalTrip Muslim Millenial Travel Report 2017 (MMTR2017), meningkatnya pengaruh teknologi serta keinginan untuk berwisata keliling dunia merupakan salah satu faktor yang menambah peluang pertumbuhan pasar wisatawan muda/mudi Muslim hingga mencapai nilai sebesar US$ 100 miliar.

Penelitian ini memperkirakan total pengeluaran dari wisatawan Muslim milenial akan mencapai lebih dari US$100 miliar pada tahun 2025, sementara secara keseluruhan segmen perjalanan Muslim diperkirakan akan mencapai US$ 300 miliar di tahun 2026.

Aisha Islam, Vice President Core & Digital Products Indonesia, Malaysia & Brunei Division Mastercard, mengatakan, “Nilai-nilai yang dipegang oleh kaum millenial semakin beralih dari hanya ingin memiliki sebuah barang kini juga ingin mendapatkan pengalaman seperti yang dapat diperoleh saat melakukan perjalanan,” ujarnya.

Seiring dengan pasar Muslim milenial yang terus berkembang, tidak dapat dipungkiri bahwa mereka akan menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan industri perjalanan. “Penyedia layanan yang ingin masuk ke dalam segmen ini perlu memahami hubungan para Muslim milenial tersebut dengan nilai-nilai yang mereka miliki – seperti keaslian (authenticity), keterjangkauan (affordability) dan aksesibilitas (accessibility), seperti yang diungkapkan oleh penelitian kami – serta memastikan bahwa mereka juga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar dari keyakinan mereka.” jelas Aisha.

Dengan sekitar 1 miliar orang Muslim yang berusia di bawah 30 tahun dan mewakili 60 persen dari populasi di negara-negara dengan mayoritas Muslim, populasi dari generasi Muslim muda menjadi sebuah kesempatan bagi pasar perjalanan Muslim. Pada tahun 2030, Muslim diperkirakan akan berkontribusi sebesar 29 persen dari populasi global yang berusia 15-29 tahun.

CrescentRating memperkirakan bahwa lebih dari 30% wisatawan Muslim pada tahun 2016 merupakan kaum milenial dengan 30% lainnya merupakan Generasi Z, yakni kelompok demografis setelah kaum millenial. Dengan 121 juta pengunjung Muslim internasional pada 2016, sebanyak lebih dari 72 juta wisatawan Muslim merupakan generasi milenial ataupun Generasi Z.

Berdasarkan penelitian tersebut, Arab Saudi, Malaysia dan Turki merupakan pasar perjalanan outbound terbesar bagi Muslim milenial yang tergabung dalam Organization of Islamic Cooperation (OIC). Jerman, Rusia dan India berada di posisi tiga teratas untuk pasar perjalanan outbound bagi Muslim milenial di negara-negara non-OIC.

Direktur Mastercard Indonesia, Tommy Singgih dalam acara Mastecard Techxhibit 2017, menjelaskan, Indonesia sebagai negara Muslim terbesar justru belum optimal menggarap peluang pasar wisatawan muslim. “Terutama untuk inisiatif para penyedia layanan seperti hotel dan restoran untuk melakukan sertifikasi halal, padahal diluar sana negara-negara minoritas muslim seperti Jepang dan Korea kini berlomba jadi tujuan halal trip,” ujar Tommy.

Hingga saat ini, Malaysia masing menduduki peringkat pertama sebagai negara tujuan halal trip di Asia Tenggara, lalu Singapura menyusul diperingkat kedua dan Indonesia diperingkat ketiga. Tommy berharap, Indonesia bisa segera berbenah untuk menangkap peluang pasar wisatwan muslim khususnya wisatwan muslim milenial yang menjadi prospek pasar wisatawan masa depan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)