Indonesia Fashion Week 2015 Targetkan Transaksi Rp85 Miliar

Fashion di Indonesia memiliki perkembangan yang sangat pesat, terutama dengan munculnya tren hijab. Berkat tren ini, banyak desainer Indonesia yang mulai melebarkan sayap  keluar negeri dengan membawa berbagai rancangannya. Perkembangan ini tidak hanya berimbas pada industri garmen saja tetapi juga semua kegiatan perindustrian yang bergerak di bidang fashion seperti sepatu, aksesoris, tas dan lain-lain.

DSC_0720 Perwakilan Kementrian Pariwisata : Hari Waluyo, perwakilan Kementrian Perdagangan : Sulistiawati, perwakilan Kementrian Perindustrian: Euis Saedah, Perwakilan kementrian koperasi dan UKM: Ir Suhaliyah Suhaemi

Industri fashion pun menjadi salah satu industri yang sangat berkembang di Indonesia, melihat hal tersebut Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia atau APPMI dan PT Kerabat Dyan Utama atau Radyatama kembali mengadakan event tahunan Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 yang bertempat di Jakarta convention center pada 26 Februari hingga 1 Maret 2015.

Event tahunan ini merupakan yang keempat kalinya dan dilangsungkan tidak hanya dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai pusat mode dunia pada 2025, tetapi juga dalam rangka meingkatkan perekonomian Indonesia terutama UKM dalam industri fashion.

“Transaksi dalam negeri untuk apparel atau segala macam garmen yang menempel pada tubuh seperti pakaian, topi, sarung tangan dll, mencapai Rp 300 miliar. Hal ini didukung dengan naiknya kelas menengah di Indonesia, sehingga akan berdampak positif pada industri kerajinan dan UKM,” jelas Poppy Dharsono selaku pendiri APPMI.

Oleh karena itu dalam penyelenggaraanya, Indonesia Fashion Week menggandeng Kementrian Pariwisata, Kementrian Perindustrian, Kementrian Perdagangan, dan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Selain itu dalam pameran kali ini terdapat Zona Bussines to Bussines atau B2B dengan mengundang buyer lokal dan internasional. Zona ini menghadirkan 100 brand lokal yang merupakan peserta program Indonesia Business Fashion Development.

Indonesia Fashion Week juga menghadirkan 747 brand lokal dengan 230 desainer baik lokal maupun mancanegara dan 2.552 outfit untuk berbagai kategori dengan 32 fashion show dan ditargetkan transaksi Rp85 miliar dengan target 100.000 pengunjung.

Acara ini juga menghadirkan berbagai gerakan seperti green dan local movement, yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan mengangkat kekayaan lokal. Indonesia fashion week menggandeng Kementrian Perindustrian, Asosiasi Pengusaha Indonesia atau APINDO, dan Chamber Trade of Sweden untuk mengadakan acara workshop dan program edukasi mengenai Sustainable Fashion di zona green point.

Local movement pun dilakukan dengan menggandeng kementrian koperasi dan usaha kecil dan menengah dalam program kelompok kerja kreatif untuk meningkatkan kualitas produk nasional yang siap ekspor. Indonesia di tingkat ASEAN telah mampu mengeskpor hingga 15.4% dan pada tahun yang sama juga, indonesia mampu mengeskpor produk fashion hingga mencapai US$ 12.5 miliar.

Hal tersebut salah satunya dipicu dengan berkembangnya fashion hijab, pada acara indonesia fashion week, 160 booth khusus busana muslim disiapkan. Ini dilakukan demi mencapai indonesia sebagai pusat mode fashion hijab pada 2020 dan pusat mode dunia pada 2025. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)