Produk DDS Berpeluang Tembus Pasar Ekspor

Sebanyak tujuh produk Designers Dispatch Service (DDS) berpeluang menembus pasar ekspor. Produk-produk tersebut ditampilkan pada pameran furnitur International Furniture Expo (IFEX) 2018 yang berlangsung pada 9-12 Maret 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ketujuh produk tersebut, yaitu Retak Series, dari CV Citra Pohon Kehidupan (DDS 2015 Jepara); Kukumbah dan turunannya, dari CV Raja Serayu (DDS; 2016 Cilacap); Sisiku, dari CV Rotan Manau Cahaya Lestari (DDS2017 - Aceh); Sri Series, dari PT Keramik (DDS 2017 Denpasar); Tali Series, Artindo Kreasi Utama (DDS 2017-Jakarta); Tompo, Bambu Indah (DDS 2017-Trenggalek), dan Hang Ugan (DDS 2017 - Palembang).

"Peluang ini dicapai dari hasil pendampingan pasca program DDS pada setiap kegiatan promosi, kerja sama, dan lomba desain untuk menyasar lebih banyak buyer potensial dari dalam negeri, maupun mancanegara. Komitmen pendampingan ini merupakan bukti kepedulian pemerintah akan berkelanjutan bisnis dengan desain baru," ungkap Ari Satria, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI.

Menurut Ari, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Kemendag dengan PT Sarinah sebagai perusahaan ritel yang menjadi sole agent bagi produk berpotensi ekspor. Produk-produk DDS yang ditampilkan harus melalui proses kurasi dari PT Sarinah.

Ari juga menegaskan sampai saat ini, dari IFEX 2018, para desainer produk-produk tersebut telah mendapat permintaan dari empat negara yaitu Jepang, Korea Selatan, Australia, dan India.

DDS adalah program pendampingan desain oleh desainer profesional dan merupakan kegiatan fasilitasi Kemendag. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas produk pelaku usaha nasional agar desain produknya memenuhi selera pasar ekspor.

DDS, lanjut Ari,  sebuah proses pengembangan desain yang berangkat dari potensi daerah di seluruh Indonesia. “DDS adalah cermin budaya nusantara melalui promosi yang berkelanjutan sehingga menjadi salah satu upaya meningkatkan citra bangsa di mata dunia,” tandasnya.

Ari menambahkan, produk-produk DDS juga dipamerkan di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) yang digelar pada Oktober setiap tahunnya. Produk-produk tersebut merupakan hasil kolaborasi antara desainer dengan pelaku usaha. “Kami harapkan dari kegiatan ini, dapat membuka peluang menjaring calon buyers mancanegara melalui salah satu alat promosi yaitu pameran internasional,” ujar Ari.

Sebagai catatan, gelaran IFEX tahun ini berhasil menarik sekitar 11.429 buyers dan visitors dari 114 negara. IFEX tahun ini diikuti oleh sekitar 500 peserta pameran dari dalam dan luar negeri dengan nilai on the spot transaction US$ 350 juta dan follow up transaction US$ 790 juta, sehingga total transaksi mencapai US$ 1,14 miliar.

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)