Produk Indonesia Raih Transaksi US$1,10 Juta di Thailand

Produk-produk Indonesia berhasil meraih transaksi sebesar US$1,10 juta atau Rp15,93 miliar di gelaran promosi subregional "The 4th Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia- Philipines East ASEAN Growth Area and Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (BIMP-EAGA & IMT-GT) Trade Expo 2018".

Pameran ini berlangsung pada 19–22 Juli 2018 di Prince Songkla University,Hat Yai, Songkla, Thailand dan dihadiri  34 delegasi bisnis Indonesia yang terdiridari pelaku usaha, kementerian/lembaga, dan Pemerintah Daerah.

"Tercatat sebesar US$1,10 juta berhasil diraup dalam keikutsertaan Indonesia pada pameran tersebut,” jelas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda Imbang Jaya. Produk yang diminati antara lain pintu kayu, sepatu kayu, kopi, minyak kelapa murni, obat tradisional (minyak angin aromaterapi), serta aneka jenis tas (tas kulit, tas batik, dan tas manik khas Dayak).

Hat Yai merupakan kota metropolitan terbesar ketiga di Thailand dan menjadi salah satu kota potensial bisnis di kawasan selatan Thailand karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Hal ini menjadi peluang bagi usaha Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan pelaku usaha setempat, khususnya untuk produk kerajinan sebagai cendera mata. Arlinda juga menjelaskan Promosi ini merupakan salah satu upaya Kemendag mendorong ekspor produk Indonesia ke Thailand serta memperbaiki neraca perdagangan dengan Thailand.

Kemendag berkerja sama dengan Kedutaan Besar RI untuk Thailand dan Atase Perdagangan RI Bangkok membangun paviliun Indonesia dengan menghadirkan 40 stan. Produk yang ditampilkan adalah makanan dan minuman (mamin), bumbu, minyak kelapa murni (virgin coconut oil), kosmetik, obat tradisional, fesyen, sepatu, tas, perhiasan, kerajinan, serta furnitur.

Pameran dibuka oleh Wakil Menteri Perdagangan Thailand Sakon Varunnuwattana pada 20 Juli 2018. Sebanyak 230 stan dari negara anggota menampilkan produk di antaranya hasil pertanian makanan olahan; pakaian dan aksesori; kosmetik; perhiasan; dan mamin. "Kegiatan ini dapat meningkatkan kerja sama antara negara anggotanya, khususnya untuk meningkatkan investasi, memperkuat ekonomi dan keamanan pangan, serta mempromosikan pariwisata dan industri," ujar Arlinda.

Pada saat pameran, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Kalinda Berkah Indonesia dengan C&P World Tours Songkhla Thailand senilai US$ 135 ribu untuk produk bawang goreng dan kopi instan.

Bertemakan "The Future of Agricultural Product Innovation and Environment", pameran dihadiri lima negara anggota yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Thailand. Acara ini merupakan kegiatan promosi reguler yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali di negara anggota yang dilakukan secara bergiliran dalam kerangka kerja sama subregional "BIMP-EAGA and IMT-GT". BIMP-EAGA dibentuk sejak tahun 1994 untuk mengakselerasi perkembangan ekonomi di area yang secara geografis jauh dari ibu kota negara, namun tetap berada pada jarak yang strategis antara satu sama lain. Kerja sama ini diikuti oleh 15 provinsi di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua; serta negara tetangga seperti Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina.

Sedangkan IMT-GT merupakan kerja sama subregional yang telah dibentuk pada 1993 oleh pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Thailand untuk mempercepat transformasi ekonomi di negara bagian dan provinsi yang kurang berkembang di negara anggota. Saat ini kerja sama IMT-GT beranggotakan 14 provinsi di Thailand Selatan, delapan negara bagian di semenanjung Malaysia, dan 10 provinsi di wilayah Sumatera.

Kegiatan lainnya selama pameran berlangsung di antaranya Business Matching, Future Green Exhibition & Showcase, dan Halal Exhibition & Conference. Selain mengikuti pameran, para peserta diharapkan juga dapat berpartisipasi pada kegiatan business matching dan seminar untuk memperluas jejaring
sekaligus bertemu langsung dengan buyer yang sesuai dengan produk mereka.

Selama periode Januari–April 2018 nilai total perdagangan kedua negara sebesar US$5,74 miliar atau naik 16,33% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan nilai ekspor Indonesia ke Thailand senilai US$ 2,27 miliar atau naik 11,87% dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya.

Sementara itu, nilai total perdagangan Indonesia-Thailand pada tahun 2017 tercatat sebesar US$ 15,75 miliar. Sebagai negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia ke-9, nilai ekspor ke Negeri Gajah Putih ini mencapai US$ 6,47 miliar. Produk-produk utama yang diekspor ke Thailand di antaranya adalah batu
bara, suku cadang kendaraan, tembaga, emas, kacang-kacangan, produk elektronik, kelapa, dan kompresor.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)