Kansai Paint Investasi Rp60 Miliar untuk Produksi Cat Anti Nyamuk

Menanggapi kenyataan maraknya ancaman penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, Kansai Paint berkomitmen untuk menghadirkan solusi rumah indah bebas nyamuk untuk masyarakat Indonesia melalui produk cat tembok interior, Kansai Anti-Mosquito.

Tidak tanggung-tanggung, perusahaan mengeluarkan investasi mencapai Rp 60 miliar untuk mengembangkan fasilitas produksi. Dari investasi itu,  sekitar 60 persen untuk mengembangkan fasilitas emulsion yaitu meningkatkan kapasitas produksi cat tembok anti nyamuk tersebut.

Kansai Paint Hadiekan Solusi Rumah Indah Bebas Nyamuk melalui produk Kansai Anti-Mosquito Kansai Paint Hadiekan Solusi Rumah Indah Bebas Nyamuk melalui produk Kansai Anti-Mosquito

Yoshinobu Ihara, Sales and Marketing Director of PT Kansai Prakarsa Paint, mengatakan, perusahaan berkomitmen untuk memberikan nilai lebih kepada masyarakat, antara lain melindungi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan. “Produk yang tidak hanya inovatif, tapi juga memberi nilai lebih bagi masyarakat,” tambahnya.

Riset dan penelitian pun dilakukan. Sejak 2 tahun lalu, perusahaan mengadakan riset di negara lain seperti Afrika, Malaysia, dan Jepang. Sedangkan di Indonesia, perusahaan cat asal Negeri Sakura ini menggaet IPB (Institut Pertanian Bogor) untuk mengadakan penelitian.

Tes dilakukan dalam tiga tahap, yaitu melihat perilaku nyamuk melalui cone test. Dari tes ini, peneliti dapat menghitung jumlah nyamuk yang jatuh. Hasilnya sebesar 50 persen nyamuk Culex terjatuh. Kemudian, dilanjutkan tes kedua, yaitu tunnel test. Pengujian untuk dimaksudkan untuk melihat ketidakinginan nyamuk untuk mendekati tikus. Ketiga adalah box test, dimana untuk melihat persentase nyamuk menjauhi dinding yang dilapisi cat tembok tersebut.

Cat tembok ini diklaim dapat menghalau nyamuk hingga 90 persen dan memberi perlindungan hingga jangka waktu 2 tahun. Dengan zat pyrethroids yang terkandung di dalamnya, cat ini dapat merusak sistem syaraf nyamuk dan menghilangkan kemampuan deteksi sumber makanan yaitu darah manusia. Untuk satu kaleng berukuran 2,5 liter dijual seharga Rp 120 ribu. Ada 25 pilihan warna dan ribuan warna yang dapat dikreasikan melalui mesin tinting Colour X-Pert. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)