Angkasa Pura Retail - Mitra Kerinci Sepakat Kembangkan Teh Premium Indonesia

PT Angkasa Pura Retail menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Mitra Kerinci untuk mengembangkan teh premium asli Indonesia. Anak perusahaan dari PT Angkasa Pura I tersebut akan mengembangkan sebuah brand teh premium yang dapat bersaing secara internasional menggunakan bahan dasar hasil dari perkebunan teh Liki yang dikelola oleh Mitra Kerinci, yang produksinya hampir 85% adalah jenis produk teh siap minum di Indonesia.

2015-03-02-13-21-13-1656006958 Teges Prita Soraya

"Mou akan ditindaklanjuti untuk perjanjian kerja sama. Mengenai jumlah (produksi) sebanyak-banyaknya kalau bisa. Sebagai sebuah Mou kami batasi 6 bulan," ujar Teges Prita Soraya, Direktur PT Angkasa Pura Retail.

Impian untuk membuat brand teh premium ini sebenarnya diawali dari keresahan bahwa tidak adanya brand teh premium dari Indonesia yang digunakan di hotel-hotel bintang lima atau restoran-restoran premium di dalam negeri. Visi tersebut disambut baik oleh Mitra Kerinci, yang memiliki perkebunan dan pabrik pengolahan teh Liki di kaki Gunung Kerinci, Solok Selatan. Kebun Liki ini merupakan satu-satunya kebun teh milik negara yang dilengkapi dengan fasilitas pengolahan teh hitam dan hijau.

Dasar dari teh premium yang diberi nama Bhumi tersebut dibuat dari green tea, dan akan launching pada bulan Agustus tahun ini di Perancis. Setelah itu, hotel-hotel dari Angkasa Pura juga akan menggunakan Bhumi sebagai teh yang akan di display disana. "Kami sudah dipastikan bisa meraih hotel Angkasa Pura untuk display teh kami. Kami akan provide di hotel-hotel Angkasa Pura," ungkap Teges.

Lalu, kedua perusahaan tersebut memiliki target ingin menguasai 50% pasar teh premium di Indonesia, yang sampai saat ini masih di dominasi oleh merek-merek asing. Sayangnya, investasi untuk Bhumi belum diketahui secara pasti, karena  Angkasa Pura Retail masih memiliki pekerjaan rumah yaitu memikirkan desain, packaging, serta konsep marketing yang tepat, sehingga nantinya sebagian besar pengusaha F&B pemium di Indonesia akan beralih menggunakan Bhumi yang saat ini masih terus dikembangkan.

"Investasinya belum menghitung detail juga. Kami akan menghitung ulang berapa minimumnya," jelas Teges.

Agung P. Murdanoto, Direktur Mitra Kelinci, menyambut kerja sama dengan Angkasa Pura Retail dengan antusias. Ia mengatakan, Mitra Kerinci memang ahli dalam berkebun dan mengolah teh, namum mereka menyadari bahwa tidak memiliki kapasitas mumpuni dalam dunia pemasaran secara retail. Oleh karena itu, ia yakin kerja sama ini akan memiliki dampak positif untuk industri teh di Indonesia.

MoU ini merupakan langkah awal dari kerja sama jangka panjang yang akan dilakukan oleh kedua perusahaan dalam upaya mengembangkan budaya minum teh di Indonesia. "Ke depannya, kami ingin teh memiliki tempat yang lebih besar lagi di Indonesia, dan kami ingin menciptakan budaya minum teh khas Indonesia yang dikenal baik di dunia internasional," tuturnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)