PT Pos Kembali Terbitkan Perangko Seri Alat Musik Tradisional

Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menerbitkan Perangko Seri Alat Musik Tradisional Indonesia (11 provinsi). Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menerbitkan Perangko Seri Alat Musik Tradisional Indonesia (11 provinsi).

Kekayaan budaya Indonesia tercermin dari keberadaan alat musik tradisional yang dimiliki. Setiap provinsi di Indonesia memiliki banyak alat musik tradisional. Sebut saja alat musik Bambu Hitada yang berasal dari provinsi Maluku Utara, terbuat dari bambu sebagai bahan utama dikarenakan pohon bambu tumbuh subur di wilayah tersebut. Pada seri perangko ini dipilih salah satu yang dianggap dapat mewakili provinsinya masing-masing.

Melanjutkan penerbitan seri alat musik tradisional sebelumnya, setelah secara berturut-turut diterbitkan pada tahun 2013 dan 2014, Pos Indonesia pada tanggal 9 Maret 2015 menerbitkan seri perangko untuk 11 provinsi berikutnya, yaitu: Dol dari Bengkulu, Tehyan dari Jakarta, Cangor dari Jambi, Panting dari Kalimantan Selatan, Kecapi dari Sulawesi Selatan, Kendang dari DI Yogyakarta, Hasapi dari Sumatera Utara, Kolintang dari Sulawesi Utara, Bambu Hitada dari Maluku Utara, Dambus dari Kepulauan Bangka Belitung dan Sarone dari Nusa Tenggara Barat.

Penerbitan perangko seri “Konferensi Dunia PBB ketiga tentang Pengurangan Risiko Bencana” ini merupakan inisiatif pemerintah dalam upaya menyosialisasikan penyelenggaraan Konferensi melalui penerbitan perangko. Inisiasi tersebut diilhami oleh surat dari Universal Postal Union (Perserikatan Pos Dunia atau UPU) tanggal 17 Februari 2014 yang berisi tentang himbauan kepada seluruh anggota UPU untuk menerbitkan perangko seri tersebut.

Yurizwar, wakil dari PT Pos mengatakan bahwa penerbitan perangko sesuai dengan amanat dari pemerintah. “Jadi tugas utama PT Pos sendiri ialah bagaimana mendesain perangko yang diterapkan oleh Kominfo untuk diterbitkan. Ada 12 seri selama tahun 2015 ini. 4 Februari 2015 lalu kami sudah menerbitkan perangko Shio Kambing. 9 Maret 2015 nanti kami menerbitkan perangko Alat Musik Tradisional, dan 14 Maret 2015 akan menerbitkan perangko Penanggulangan Bencana.

Bersamaan dengan penerbitan perangko, Pemerintah RI juga menerbitkan Souvenir Sheet Peringatan 200 tahun meletusnya Gunung Tambora. Seperti kita ketahui bersama pada 10 April 1815, gunung Tambora meletus dengan erupsi yang dikenal sebagai yang terbesar dalam 10 ribu tahun terakhir di bumi saat itu. Letusan dengan magma 50 kilometer kubik itu mempengaruhi iklim global serta menewaskan sekitar 100 ribu orang baik secara langsung maupun tidak langsung. Kini pemerintah NTB telah mengajukan Tambora sebagai geopark dunia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)