Rahasia 20 Tahun V-Kool Masih Eksis

Mengembangkan bisnis hingga puluhan tahun bukanlah perkara yang mudah. Tentu butuh strategi dan usaha keras. V-kool, kaca film yang sudah menghiasi pasar Indonesia sejak tahun 1995, Kini V-kool sudah mempunyai 60 dealer yang tersebar di seluruh Indonesia. Apa rahasia sukses mereka hingga bisa bertahan hingga 20 tahun lamanya?

 

PT V-kool Indo Lestari menjadi distributor kaca film ternama di Indonesia. Produk ini diklaim bisa menolak panas inframerah dan sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan pemudaran dan kanker kulit. Pertama berdiri hanya dengan 10 orang staf, V-kool terus menunjukkan perkembangannya dengan terobosan-terbosan yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh merek kaca film lain di Indonesia.

V-Kool

“Awalnya saya bingung untuk menjualnya karena harganya yang begitu mahal, namun di sisi lain kami begitu yakin dengan produk dan perfomancenya bagus, kami yakin bisa dipasarkan dan di jual disini,” ujar Linda Widjaja, Vice President Director V-Kool Indonesia.

Mengikuti pameran merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh V-kool untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat. Dengan harga jual yang sangat tinggi di bandingkan dengan merek-merek kaca film lainnya merupakan tantangan tersendiri untuk menguasai pasar Indonesia.

“Saat itu kami gelar pameran otomotif, Padahal, kami sempat dimarahi oleh konsumen karena harganya mahal, Pada tahun itu harganya Rp 1 juta, sedangkan merek lainnya hanya Rp 200 ribu, tapi kemudian setelah kami kasih lihat demonya, konsumen sudah rasakan, malah besoknya bawa teman ke pameran untuk memasang kaca film V-kool. Dari situ kami mulai mempunyai kepercayaan diri bahwa ini memang bagus,” paparnya

Mengklaim sebagai market leader saat ini, V-kool terus meluncurkan strateginya dengan melakukan edukasi kepada masyarakat melalui roadshow ataupun pameran. Selain itu, V-kool juga selalu melakukan terobosan-terobosan baru, kali ini V-kool mengadakan undian sebuah tas Hermes buatan Perancis untuk para konsumen setianya.

“Karena sudah 20 puluh tahun, tentu saat ini sudah berganti generasi, sehingga saat ini kami terus melakukan edukasi pasar,” ungkapnya. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)