Rahasia Sleep & Co Cetak Omset Bulanan Rp 500 Juta

Anthony Setiawan, Direktur Utama DAP (tengah), dan Christine Setiawan, Head of Direct Sales (ujung kanan)

Kualitas tidur merupakan hal yang penting bagi kesehatan, mengingat konsumen menghabiskan kira-kira 8 jam sehari atau sepertiga waktunya di tempat tidur untuk berstirahat. Kondisi matras yang kurang memadai bisa menyebabkan nyeri punggung hingga kualitas tidur kurang maksimal.

PT Duta Abadi Primantara (DAP), produsen dan importir matras,
menjadikan hal tersebut sebagai masalah yang ingin dipecahkan oleh
perusahaannya melalui produk matras yang bisa mendukung kualitas tidur. Tak
ayal, DAP terus menambah cabang penjualannya di berbagai lokasi di Indonesia.

Strategi yang dilakukan DAP untuk meningkatkan penjualan adalah menghadirkan gerai one stop shopping bertajuk Sleep & Co Boutique. Anthony Setiawan, Direktur Utama DA, menyampaikan bahwa melalui gerai ini, konsumen bisa mendapatkan pengalaman unik, yakni berinteaksi dengan tembok, “Kami persiapkan software yang dirancang sedemikian rupa agar konsumen dapat memilih kasur sesuai kebutuhannya dengan mudah,” ujar Anthony pada acara peresmian Sleep & Co Boutique Mall Taman Anggrek, Jakarta (28/3/2019).

Perusahaan yang telah bekerja sama dengan 1.000 dealer ini menamakan software tersebut dengan phygital (physical digital) mattress selector. Alat ini diperlukan karena tak ada standar pasti yang digunakan untuk menilai apakah matras terlalu lembut, terlalu empuk, atau keras. Semuanya bergantung pada kenyamanan masing-masing individu.

Anthony mengklaim, semua kebutuhan kamar tidur dan aksesoris mulai dari tipe yang premium hingga menengah bisa ditemukan di gerai terbaru tersebut. Pasalnya, gerai ini menjual 5 merek matras yang dipasarkan DAP, yakni King Koil, Aireloom, Serta, Tempur, dan Florence.

Kelima merek tersebut memiliki peruntukkan yang berbeda.
Aireloom dan King Koil menyasar segmen pasar premium dan ekslusif yang mencari
spek terbaik, Serta mengusung konsep lifestyle yang modern, Tempur berfokus
pada kesehatan, dan Florence relatif lebih terjangkau.

Mall Taman Anggrek merupakan lokasi ketiga Sleep & Co Boutique. Sebelumnya, DAP sudah mendirikan gerai di dua mall lain, yakni Senayan City dan Pluit Village Mall.  Menurut Chistine Setiawan, Head of Direct Sales, rata-rata penjualan satu gerai Sleep & Co Boutique mencapai Rp 500 juta per bulan sejak dibukanya gerai pertama pada Desember 2018.

Christine mengatakan, sebenarnya setiap merek sudah memiliki flagship store masing-masing dan masih berjalan dengan baik. “Untuk kinerja flagship store masing-masing brand ini beragam, tergantung lokasi. Paling besar nilainya bisa mencapai Rp 900 juta hingga Rp 1,2 miliar per bulan tahun 2018 lalu,” kata Christine. Sementara untuk waktu Lebaran, angka tersebut bisa meningkat hingga 20 persen.

Ia mengklaim, jika dibandingkan dengan butik matras lainnya yang juga menyediakan brand yang sama, Sleep & Co Boutique mempunyai kelebihan mulai dari memberikan end to end services, menyediakan konsultan yang sangat terlatih mengenai pengetahuan tentang tidur yang akan membantu konsumen menemukan matras yang tepat hingga prioritas layanan purna jual. Konsumen dapat langsung menghubungi Sleep & Co Boutique jika ingin mengajukan layanan perbaikan unit matras ataupun mengklaim garansi matras dengan cepat dan mudah.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)