Refit Indonesia Bidik Omzet di 2018 Tumbuh 100%

Irawan Amanko, CEO Refit Indonesia (paling kiri) didampingi jajaran direksi Refit Indonesia. (Foto : Dok)

PT Mitra Bugar Bersama (Refitt Indonesia), perusahaan yang mengelola Refit Club, menargetkan pendapatan pada 2018  melonjak 100% dibandingkan proyeksi pendapatan di tahun 2017.

Proyeksi pendapatan Refit Indonesia ini seiring dengan penambahan gerai Refit Club di Jakarta dan Semarang, Jawa Tengah serta meningkatnya jumlah anggota di dua kota tersebut dan rencana pembukaan beberapa cabang di tahun 2018.  Irawan Amanko, Chief Executive Officer Refit Indonesia, mengataka,  perusahaanya meyakini bisnis pusat kebugaran untuk segmen B-C di Indonesia ini sangat prospektif karena masyarakat semakin melek terhadap gaya hidup sehat dan penetrasi keanggotaan pusat kebugaran masih rendah, yakni sekitar 1% dari jumlah total populasi penduduk Indonesia.

Refit Club, pusat kebugaran yang berkonsep affordable gym ini, menetapkan harga keanggotaan yang kompetitif serta dilengkapi aneka macam fasilitas dan instruktur berstandar nasional hingga internasional. Jumlah anggota aktif Refit Club pada kuartal III/2017 ini mencapai 900-1.000 anggota yang tersebar di Jakarta dan Semarang. Jumlah anggota aktif itu, menurut Irawan, melonjak sekitar 100-150% dibandingkan akhir tahun 2016. “Data-data pertumbuhan ini menambah kepercayaan diri kami untuk menargetkan pertumbuhan omzet di tahun 2018 mendatang naik 100%. Untuk itu, kami melaksanakan program untuk menambah cabang Refit Club di daerah serta bermitra dengan investor,” tutur Irawan di Jakarta, Rabu kemarin.

Saat ini, jumlah Refit Club itu sebanyak tiga unit, yakni Refit Club Green Lake City, Jakarta Barat, Aeropolis Club House, Soekarno Hatta Jakarta, dan Simpang Lima, Semarang. Cabang Refit Club, lanjut Irawan, bakal bertambah lantaran perusahaanya sedang melakukan finalisasi kemitraan dengan investor di beberapa kota. Rencana Induk Pengembangan Bisnis Refit Indonesia di tahun 2020 adalah membuka 20 cabang Refit Club di kawasan Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Irawan optimistis pihaknya mampu menggenjot ekspansi bisnis ke berbagai daerah. Menurut Irawan, pihaknya merawalabakan Refit Club sehingga investor atau pewaralaba (franchisee) yang ingin memperoleh lisensi Refit Club diwajibkan menggelontorkan investasi senilai sekitar Rp 1,9 miliar. Rincian investasi itu terdiri dari royalty fee selama empat tahun sebesar Rp 400 juta, peralatan fitness sebesar Rp 1 miliar dan biaya pengembangan lokasi serta infrastruktur pendukungnya senilai Rp 550 juta.

Dia menggambarkan investasi investor atau franchisee Refit Club ini diproyeksikan memperoleh Return on Investment (ROI) di satu tahun pertama beroperasi itu bakal mencapai 35% dari nilai investasi senilai Rp 1,9 miliar tersebut. Estimasi ROI itu disesuaikan dengan asumsi jumlah anggota aktif Refit Club berkisar 300-550 orang per bulannya. Investasi para franchisee itu sudah termasuk desain, alat, dan perlengkapan interior lainnya. “Harga ini juga tergantung pada luas lahan yang dibangun dan royalty fee senilai Rp 400 juta dan management fee-nya sekitar 10% dari pendapatan kotor setiap bulan,” jelas Irawan.

Refit Indonesia berencana memperkokoh ekspansi bisnis Refit Club di kota besar atau kota lapis kedua (second tier) guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan pusat kebugaran yang  berkualitas internasional dengan harga keanggotaan yang kompetitif. Manajemen Refit Club menyediakan fasilitas bernilai tambah dan instruktur kebugaran yang berpengalaman dan bersertifikasi internasional.  (*)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)