Rencana LTV KPR Naik, Ciputra Optimis Penjualan Naik 20%

Rencana Bank Indonesia (BI) akan menaikkan Loan to Value (LTV) bagi Kredit Perumahan Rakyat, dari 70 % menjadi 80 %, membuat kalangan pengembang perumahan seolah mendapat angin segar. Hal ini juga yang dialami oleh PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

CTRA

Menurut Tulus Santoso, Corporate Secretary, CTRA, pihaknya optimis nilai dari sales marketing perumahan bisa naik hingga 20 % jika kebijakan tersebut benar terealisasi, “Selain LTV yang naik, likuiditas bank untuk menyalurkan KPR juga harus mendukung agar kami bisa capai kenaikan penjualan itu,” jelas Tulus.

Diakui Tulus, marketing sales CTRA sedikit mengalami penurunan, dari Rp 8,94 triliun tahun 2013 menjadi Rp 8,63 triliun pada tahun 2014, “Tetapi itu karena faktor eksternal bukan faktor fundamental perusahaan,” katanya.

Menurut Tulus, faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi penurunan marketing sales antara lain makro ekonomi Indonesia yang kurang kondusif, dengan tingkat bunga naik, kurs nilai rupiah melemah dan likuiditas perbankan berkurang serta situasi politik terkait Pemilu yang semuanya itu meningkatkan ketidakpastian pasar.

Tetapi untuk tahun 2015,  CTRA menargetkan marketing sales tumbuh 27 % menjadi sebesar Rp 10,96 triliun. Kenaikkan ini didukung oleh proyek-proyek baru yang akan diluncurkan.

Proyek baru tersebut adalah 6 proyek residential, masing-masing di Samarinda, seluas 58 ha, Malang seluas 50 Ha, Cileungsi seluas 82 ha, Jayapura seluas 45 ha, Lampung seluas 35 ha, dan Kendari seluas 60 ha. Selain itu CTRA juga akan menggarap tiga proyek high-rise, berupa tower untuk apartemen dan perkantoran di seputaran Jakarta. Disamping itu juga CTRA akan mengembangkan proyek resort di Bali.

Total keseluruhan proyek yang sudah dan sedang dikembangkan CTRA sampai saat ini ada 75 proyek yang tersebar di 36 kota di seluruh Indonesia, “Tidak ada satu atau dua proyek yang yang dominan, semuanya hampir sama besar kontribusinya terhadap penjualan karena bisnis kami sudah difersifikasi, tetapi jika dilihat berdasarkan lokasi maka Jabodetabek itu masih dominan, menyumbang 40 % dari total penjualan,” jelas Tulus.

Pembiayaan proyek-proyek baru tersebut menurut Tulus akan diperoleh dari pinjaman bank dan belanja modal, komposisinya adalah 50 % pinjaman bank dan 50 % modal. “Proyek-proyek baru kami lakukan pre-sales, jadi butuh biaya sekitar Rp 100 miliar per proyek, jadi itu hanya modal kerjanya saja karena ini bukan proyek komersil yang disewa,” jelas Tulus, “Jadi kalau 15 proyek, kami butuh kira-kira Rp 15 triliun,” lanjutnya. Adapun total capex yang disiapkan CTRA untuk tahun 2015 adalah sebesar Rp 1,5 triliun.

Seiring dengan proses pembangunan di proyek-proyek baru, CTRA menargetkan pada tahun 2015 inin dapat membukukan pendapatan sebesar Rp 8,25 triliun atau naik 30 % dari tahun 2014 dan diperkirakan laba bersih sebesar Rp 1,72 triliun atau naik 30 % dibandingkan tahun 2014. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)