Resmikan SMB, Summarecon Targetkan Penjualan Rp 4,5 Triliun

Setelah sukses mengembangkan Mal Kelapa Gading (MKG) dan Summarecon Mal Serpong (SMS), kini PT Summarecon Agung Tbk (SA) meresmikan beroperasinya  mal ketiga, yaitu Summarecon Mal Bekasi (SMB). Kehadiran SMB diharapkan bisa mengikuti keberhasilan dua pusat perbelanjaan  sebelumnya yang telah dikembangkan SA. Keberhasilan MKG dan SMS  terlihat dari jumlah pengunjung yang datang. Hingga akhir tahun lalu mislanya, jumlah pengunjung MKG mencapai 33 juta orang, sedangkan jumlah pengunjung SMS mencapai 19 juta orang.

Menurut Soegianto Nagaria, Direktur  SA, kehadiran SMB, konsepnya  tidak berbeda jauh dengan mal-mal sebelumnya, mengingat mal teranyar ini dirancang dengan mengedepankan lifestyle mall. Hal ini tercermin  dengan adanya penekanan pada konsep The Downtown Walk yang merupakan destinasi kuliner lengkap dengan area makan terbuka yang telah dilengkapi  jaringan internet wifi, LED raksasa berukuran 11 x 8 meter.

Untuk menambah asri nuansa dan nyaman di  SMB, kehadiran 3 buah kolam ikan Koi dengan water feature akan menambah kenyamanan suasana pengunjung mal dalam menikmati suasana outdoor hangout yang fun dan berbeda.  Mal yang dikembangkan di atas area seluas 160 ribu meter persegi itu membutuhkan investasi sekitar Rp 580 miliar. Selain mal, tahun 2014 nanti, SMB juga akan dilengkapi dengan Hotel Harris.

Johannes Mardjuki,  Direktur Utama SA, menambahkan, kehadiran SMB dengan konsep Your Family Mall  diharapkan menjadi sebuah destinasi baru untuk bebelanja, kuliner, hiburan dan rekreaksi yang cocok untuk semua anggota keluarga di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Apalagi kota ini sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dengan 6,5 juta penduduk (2,5 penduduk Kotamadya dan 4 juta penduduk Kabupaten Bekasi) menjadi daya tarik sendiri untuk mengembangkan bisnis pusat perbelanjaan. Kehadiran SMB, selain memberi warna dalam wisata belanja keluarga, juga akan mendukung perputaran roda ekonomi Kota Bekasi yang semakin pesat, termasuk pemenuhan kebutuhan harian dan gaya hidup yang semakin variatif dan modern.

Dari sisi tenant, menurut Soegianto, SMB mendapat apresiasi dari berbagai penyewanya, karena paling tidak untuk mengisi mal ini, SMB akan menggandeng sekitar 220 tenant. Saat ini dengan tingkat okupansi yang telah mencapai 91%, sekitar 71% tenant (148 tenant) memiliki komitmen untuk membuka tokonya pada hari pertama pembukaaan. Terbukti beberapa  anchor tenant sedang mempersiapkan pembukaan tokonya seperti Star Department Store, The FoodHall Supermarket, ACE Hardware, Best Denki dan Cinema XXI yang sudah mulai beroperasi pada hari pertama pembukaan. Tarif sewanya, sekitar US$ 18/meter persegi/bulan, sedangkan service charge sekitar US$ 11 /bulan.

Kehadiran SMB diharapkan bisa meningkatkan kontribusi pendapatan yang  akan disumbangkan dari untuk meningkatkan pendapatan SA. Bila tahun lalu kontribusi pembangunan mal sekitar 25%, maka tahun ini dengan kehadiran SMB, ketiga mal yang dikembangkan SA bisa memberikan kontribusi sekitar 30%. Tahun ini SA menargetkan marketing sales dari seluruh proyeknya  sebesar Rp 4,5 triliun  atau mengalami pertumbuhan 16% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hingga pertengahan tahun ini SA akan merealisasikan marketing sales sekitar Rp 2,5 triliun. (EVA)

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)