RFB Adakan Gerakan Edukasi, Tingkatkan Pemahaman Masyarakat pada Bursa Komoditi Berjangka

Sejak Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 diamandemen dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011, upaya investasi perdagangan komoditi berjangka makin didorong terus. Pada amandemen tersebut menyebutkan, tujuan perdagangan berjangka merupakan sarana lindung nilai dan pembentukan harga yang transparan yang dipakai sebagai harga referensi komoditi. Inilah yang disadari PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) untuk turut mengdukasi masyarakat tentang perdagangan komoditi berjangka.

Dalam kampanye ini RFB menggandeng Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dam Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Edukasi yang digagas perusahaan yang berdiri sejak tahun 2000 ini dilakukan di beberapa kota yaitu Pekanbaru, Semarang, Medan, Palembang dan Surabaya. Sepanjang Agustus- November tahun ini diadakan juga workshop para awak media dan lomba penulisan jurnalistik yang dipandu oleh wartawan kawakan Mayong S. Laksono.

Edukasi dirasa penting karena masyarakat masih awam dengan investasi jenis ini. “Kami sebagai pelaku perdagangan berjangka komoditi (PBK), juga anggota BBJ dan KBI, melihat penting melakukan edukasi bersama agar masyarakat lebih paham cara berinvestasi yang sehat di PBK,” jelas Teddy Prasetya, Chief Business Officer RFB.  Banyaknya kasus di masyarakat yang mengalami penipuan berkedok investasi PBK dan tingginya transaksi ilegal di Indonesia juga menjadi alasan diadakannya upaya edukasi ini. Padahal potensi PBK sangat bagus untuk turut meningkatkan perekonomian Indonesia.

Untuk diketahui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) selama 2016-2017 telah menutup 81situs/website perdagangan berjangka karena melanggar aturan. Keputusan itu diambil oleh Bappebti karena perusahaan itu tidak terdaftar dan melanggar ketentuan bursa berjangka. Bappebti bersama OJK, Kepolisian, Kejaksaan, Kemenkeu, Kemenkominfo, BI, PPATK berkoordinasi dengan membentuk satgas untuk menjaring investasi bodong maupun memblokir situs internet pialang ilegal dan pialang lokal yang telah dicabut izinnya.

“Masyarakat lebih mengenal investasi di saham, obligasi, reksadana, dan deposito. Sayangnya melekat citra negatif di kalangan pelaku perusahaan pialang, maka itu kami menganggap penting penyampaian informasi yang tepat tentang PBK,” tuturnya. Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta, Sthepanus Paulus Lumintang, menambahkan, saat ini dinamika industri PBK masih memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang dan memberi kontribusi bagi perekonomian Indonesia.

Paulus mengamini upaya edukasi dan sosialisasi yang konsisten ke publik perlu dukungan banyak pihak, bukan saja pemerintah, tapi juga pelaku di PBK dan tentu saja media. “Perlu ditekankan bahwa industri perdagangan berjangka komoditi yang kini ada dan beroperasi di bawah regulasi yang jelas, tentunya lebih aman dari risiko penipuan berkedok investasi yang cukup sering kita dengar,” imbuhnya.

Sebagai tanggung jawab sosial RFB juga membagikan bantuan berupa alat kebersihan untuk Pemerintah Kota (Pemkot) di 4 kota yang menjadi sasaran program sosialisasi dan edukasi ini. Pada kesempatan penyerahan di Semarang (16/07/2017) Syaiful Bachri, Kepala Cabang Rifan Semarang menyambut baik langkah sosialisasi bersama BBJ dan KBI di Semarang, “Edukasi ini harus diimbangi konten yang tepat, plus didukung ketegasan terhadap moral hazard para oknum di pialang berjangka, agar tujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat pada PBK,” ujarnya.

Dikatakan Teddy, secara keseluruhan target volume transaksi SPA dan komoditi RFB 500 ribu lot di akhir 2017. “Semester pertama ini volume transasi kami sudah mencapai 47 persen dari target tersebut,” tambahnya. Untuk Semarang sendiri, Syaiful mengatakan investornya terus tumbuh. “Saat ini total nasabah Jawa Tengah 373, kami targetkan 200 nasabah baru tahun ini,” katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)