Rio Kondo: Accor Antusias Garap Pasar Luxury Hotel

Sebagai salah satu kampiun dalam jaringan hotel dan restoran di dunia, Accor memang selalu cepat menangkap dan mengembangkan bisnisnya. Kelompok bisnis hospitality asal Evry, Perancis ini, juga nampak total menggarap pasarnya di Indonesia. Sebut saja Pullman, Sofitel Nusa Dua Bali, dan Novotel. Kini Accor berniat membangun sebuah luxury boutique hotel yang diberi nama Sofitel So.di Jakarta

Sofitel So Jakarta, direncanakan akan mulai beroperasi pada 2018 nanti. Hotel prestisius tersebut akan didirikan dalam satu kawasan bersama dengan The Hundred, apartemen mewah dan perkantoran kelas internasional serta sentra komersil di pusat lingkar Mega Kuningan. Di sela seremoni penandatangan pembangunan proyek tersebut, reporter SWA Online Arie Liliyah, berkesempatan mewawancarai Rio Kondo,  Vice President Development Accor Indonesia - Malaysia.

Belakangan Accor di Indonesia nampaknya cukup banyak membangun hotel bintang lima, apa yang melatar belakangi hal ini?

Ya, langkah ini kami lakukan semata karena ada demand. Pada tahun 1998, saat krisis melanda Indonesia, banyak hotel bintang lima yang terpuruk. Nah, lima tahun belakanagn ini ternyata demand untuk up-scale hotel itu meningkat cukup signifikan, setiap tahun naik sekitar 5 %. Tidak hanya kami, kini sudah cukup banyak hotel up-scale dibangun di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia.

Sofitel So ini sendiri apakah brand baru yang bernaung di bawah Accor?

Sofitel So adalah brand baru. Sebelumnya kami sudah cukup lama mengembangkan Sofitel Luxury Hotel. Di seluruh dunia ada 113 hotel Sofitel, salah satunya adalah Sofitel di Nusa Dua, Bali. Nah, di Asia, diantaranya Indonesia, Singapura dan Thailand, kami bangun dengan sebuah konsep baru yang dinamai Sofitel So. Jadi saat ini, yang sudah beroperasi adalah Sofitel So Bangkok, Thailand. Menyusul Mei 2014 nanti, Sofitel So, Singapura dan 2018 nanti Sofitel So Jakarta, Indonesia.

Untuk Sofitel So Jakarta berapa nilai investasinya?

Sekitar Rp. 2-3 miliar per kamarnya. Masing-masing seluas 50 - 100 meterpersegi

Berapa rate yang akan ditawarkan?

Kami belum bisa memastikan karena secara resmi baru akan di operasikan pada tahun 2018 nanti. Jadi masih diformulasikan. Tetapi, kalau mau melihat tren saat ini, hotel bintang lima kan rate-nya ada di kisaran US$ 200. Tetapi empat tahun ke depan, mungkin bisa di atas itu.

Pasar luxury hotel ini kan sangat segmented, bagaimana menghadapi persaingannya?
Kami lebih konsen ke pelayanan dan pengalaman kustomer. Oleh karena itu dari awal rancangannya sudah holistik, baik desain fisik, riset mengenai kebutuhan masa kini untuk bisnis hospitality. Misalnya, untuk Sofitel So ini, kami benar-benar total ingin menampilkannya sebagai luxury boutique hotel yang unik, chic, elegan. Setiap unsurnya itu adalah kulminasi dari banyak ide. Para desainer kami juga memadukan semangat urban lifestyle yang enerjik dan dinamis didalamnya. Intinya, tawarkan pengalaman yang berbeda dengan lainnya.

Lalu bagaimana dengan jaringan hotel mid-scale yang bernaung di bawah Accor? Apakah masih prospektif?

Masih sangat prospektif, bahkan tiga tahun belakangan ini hotel mid-scale yang bernaung di bawah Accor Indonesia bertambah 10 - 15 % per tahunnya. Kelas menengah di Indonesia sedang berkembang pesat, ini juga pasar yang sangat propektif. Mereka tidak hanya memanfaatkan hotel sebagai tempat menginap tetapi juga kebutuhan seremoni lainnya.

Ke depan apakah Sofitel So juga akan dikembangkan di kota lainnya di Indonesia?

Kami belum tahu, karena butuh riset yang sangat baik untuk memilih pasar luxury hotel. Tidak hanya pasar yang sangat segmented, tetapi lokasi yang strategis pun tidak mudah didapat. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)