Rumah123.com Garap Segmen Anak Muda

Dalam beberapa tahun terakhir industri properti mengalami perlambatan yang signifikan. Harga properti residential masih melandai dari 4,15% year on year di triwulan pertama 2016 menjadi menjadi 3,39% year on year pada triwulan kedua. Meksi begitu pada awal tahun 2016, penjualan properti residential mulai menunjukkan peningkatan dari 1,05% di triwulan pertama 2016 menjadi 4,02% pada triwulan kedua.

Untuk menggairahkan pasar, pemerintah mengumumkan paket kebijakan ekonomi ke 13 yaitu penyerahan, perizinan, dan pembangunan rumah. Paket ini ditujukan untuk penyediaan rumah bersubsidi masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam kebijakan baru ini, ijin kepemilikan rumah yang biasanya ada 33 tahapan kini diperpendek menjadi 11 tahapan.

Proses yang menghabiskan waktu 700 hingga 900 hari dipangkas menjadi 44 hari, selain itu biaya akan diturunkan 30% dari total seluruh biaya. Kebijakan ini diharapkan bisa mendorong industri perumahan yang menjadi lokomotif bagi 170 industri lainnya. Masyarakat menengah kebawah juga diberikan subsidi Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) 5% dengan tenor mencapai 20 tahun.

Konsumen juga diberikan bantuan uang muka sebesar Rp 4 juta serta bebas dari PPN 10%. Selain memberikan kemudahan bagi konsumen, pemerintah juga memberikan bantuan Public Service Obligation (PSO) bagi para pengembang yang ingin menggarap pasar rumah bersubsidi dengan nilai Rp 6,2 juta per unit.

Maurin Sitorus, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) (tengah) Maurin Sitorus, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) (tengah)

Menurut Maurin Sitorus, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ada 40% masyarakat Indonesia yang memiliki keterbatasan daya beli properti residential. “Kami mengadakan program 1 juta rumah untuk membantu 40% masyarakat yang memiliki keterbatasan daya beli. Namun program ini membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak seperti pemerintah pusat, daerah, pengembang, dan masayrakat itu sendiri," katanya.

Program 1 juta rumah ini dimanfaatkan Ignatius Untung, Country General Manager Rumah123.com, untuk menarik konsumen dalam acara Jakarta Property Week. Pameran properti ini, ditargetkan untuk anak muda yang ingin berinvestasi melalui tempat tinggal. “Berbeda dengan kantor pusat kami di Australia, anak muda di Indonesia masih berpikir untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. Mereka belum terfikir untuk investasi jangka panjang, padahal kedepannya investasi ini bisa menjadi tabungan mereka,” jelasnya.

Bagi Ignatius, properti menjadi investasi yang cukup menjanjikan bagi anak muda, karena nilainya yang terus naik. Oleh karena itu, dalam pameran ini, 120 exhibitor yang ada tidak hanya datang dari kalangan pengembang, melainkan juga konsultan atau perencana keuangan.

Harapannya, para anak muda ini bisa tertarik untuk investasi di bidang properti dengan prencanaan yang matang. Selain itu, mereka juga bisa membuat perencanaan keuangan yang cocok dengan gaya hidup mereka sehingga bisa menyimpan tabungan dalam bentuk properti residential. Igantius juga membuat aplikasi khusus untuk pameran yang berlangsung di Balai Kartini ini.

“Anak muda sekarang sangat dekat dengan digital, oleh karena itu kami buatkan aplikasi yang memuat informasi mengenai pameran ini serta informasi dari para pengembang. Harapannya mereka tertarik untuk datang ke acara ini atau membeli properti dari informasi yang dihadirkan para pengembang,” jelasnya.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)