Rupiah Melorot, Samsung Jamin Jaga Mutu

Nilai kurs Dolar AS memang terus naik, sementara Rupiah melorot. Mau tak mau, penjualan barang-barang elektronik yang sebagian besar masih diimpor, Samsung misalnya, terkena imbas.

Tapi, Sung Khiun, IT Business Director PT Samsung Electronic Indonesia, membantah bahwa imbas kenaikan harga produk akan membuat Samsung terpaksa merevisi target penjualan tahun ini. “Akan terjadi penurunan sih, pasti. Shock saja konsumen. Tapi, daya beli tetap ada,” katanya mengemukakan alasan.

Samsung ATIV Book 9 Lite berlayar sentuh dijual seharga Rp7.999.000 Samsung ATIV Book 9 Lite berlayar sentuh dijual seharga Rp7.999.000

Meski demikian, Sung Khiun yang baru meluncurkan kembali ATIV Book 9 Lite memperkirakan, kenaikan harga mungkin terjadi pada September nanti. Kenaikan dilakukan bertahap, berkisar 10-15%. ATIV Book 9 Lite sendiri masih dijual berdasar kurs lama, dengan harga Rp7.999.000 untuk layar sentuh dan Rp6.999.000 untuk layar biasa.

Kenaikan harga, khususnya notebook, akan cukup terasa oleh pembeli bersegmen menengah ke bawah. “Kalau mid-to-high, saya rasa tidak terlalu berpengaruh. Misalnya ada kenaikan 5-10%, mereka masih punya daya beli,” katanya. Alasannya, di antara pembeli menengah ke atas, notebook sudah menjadi kebutuhan untuk produktivitas.

Samsung membidik customer dengan daya beli di atas Rp5-6 juta dengan ambisi memimpin segmen premium tersebut. Berbeda dengan customer dengan daya beli hanya Rp2,5-4 juta, segmen premium hanya merasakan sedikit dampak gangguan kurs.

Kendatipun baru 2-3 tahun belakangan menggarap lahan notebook premium di Indonesia, Samsung sudah percaya diri memanfaatkan porsi pasar sebesar-besarnya. Porsi pasar notebook dengan kategori harga lebih dari US$600 mencakup 20-25%, sedangkan kurang dari US$600 mencapai 75% dari keseluruhan pasar. Samsung lebih memilih porsi pasar di atas US$600 dengan komposisi produk hampir 40%.

Sung Khiun pun berjanji, Samsung tak akan sekali-kali menurunkan spesifikasi produk hanya untuk menekan harga. “Tidak menurunkan kualitas. Itu bukan cara Samsung,” tegasnya pada sejumlah wartawan kemarin (29/8).

Perusahaan yang juga bekerja sama dengan produsen chipset AMD itu kini mengandalkan teknologi SideSync. Ini merupakan fasilitas mengkonvergensi ATIV Book dengan produk-produk Samsung lain yang sudah memimpin pasar terlebih dahulu, misalnya mobile phone, smartphone, TV. Sayangnya, Sung Khiun enggan menyingkap nilai investasi di balik teknologi yang tidak akan dibuka untuk merek lain itu.

Kalau penggemar setia Samsung bertanya-tanya apa lagi produk yang akan diluncurkan perusahaan multinasional asal Korea Selatan ini, mereka harus sabar menanti. “Nanti kami kasihtahu. Pokoknya premium semua,” tutup Sung Khiun tanpa memberi petunjuk lebih jelas. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)