Salman Subakat: Komunikasi dengan Konsumen Harus Genuine

Direktur Pemasaran PT Paraghon Technology & Innovation (Wardah), Salman Subakat Direktur Pemasaran PT Paraghon Technology & Innovation (Wardah), Salman Subakat

Era digital membawa perubahan di semua bidang kehidupan, termasuk dalam hal pemasaran dan branding. Era ini ditandai dengan media komunikasi yang menghilangkan batas (borderless), arus informasi yang real time dan mampu menjangkau tanpa ada batas ruang dan waktu. Tetapi semua keunggulan itu justru membuat era ini menjadi disruptif, mampu mengubah pola-pola bisnis yang sudah mapan.

Beberapa ahli pemasaran mengatakan kuncinya menghadapi era ini adalah cerdas membangun komunikasi dengan konsumen. Salah satu brand yang telah melakukannya adalah Wardah. Kosmetik yang semula identik dengan kaum muslimah itu kini diterima di semua kalangan. Apa dan bagaimana Wardah membangun komunikasi di tengah era digital yang disruptif ini? Berikut kutipan wawancara reporter Swa Online, Arie Liliyah, dengan Salman Subakat, Direktur Pemasaran PT Paraghon Technology & Innovation, produsen Wardah.

Apa saja tantangan yang dihadapi di era digital yang disruptif ini ?

Memang benar era digital ini juga era disruptif. Dulu, kalau ada yang komplain soal produk kita kan hanya segelintir orang yang tahu, kalau sekarang langsung jadi viral di media sosial, maka satu Indonesia langsung tahu. Jadi sebagus-bagusnya kami coba maksimalkan brand ini, tetapi kami juga harus siap juga kalau ada yang komplain. Paling penting adalah cepat merespon dan memberikan respon yang tepat, tidak hanya asal fast respon, tetapi juga respon yang tepat dan cerdas. Sekarang di dunia internet, satu kali terposting, maka selamanya nggak bisa dihapus lagi. Sebenarnya kami cukup bangga dengan era ini, dengan adanya internet konsumen kami bisa berinteraksi dengan konsumen lainnya dan kami bisa memantaunya secara langsung.

Bagaimana merancang strategi baru untuk menghadapi era inovasi disruptif ini ?

Kalau kami sih belum total membangun digital marketing atau strategi menghdapai era digital ini. Kami sudah beberapa kali diberi masukan dari ahli digital marketing soal bagaimana sebaiknya strateginya, tetapi sejauh ini belum all out sih, sedang pelan-pelan berproses. Tetapi, saya melihat merek kami tetap bertumbuh, dan kami masih menjadi brand yang dekat dengan masyarakat. Memang kami melakukannya secara natural saja, seperti menjalankan antara marketing konvensional dan digitalnya. Walaupun bukan yang the best practice, tetapi filosofi yang ada itu sedikit demi sedikit kami adopsi.

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)