SariWangi Budayakan Minum Teh Malam Hari

Tantangan kehidupan pernikahan di dunia moderen semakin meningkat karena kedua pasangan sibuk mencari nafkah, sehingga waktu untuk keintiman dan romantisme menjadi berkurang. Minimnya kadar romantisme dan kualitas komunikasi antar pasangan membuat keluarga kurang harmonis dan menjadi salah satu penyebab data angka perceraian yang semakin meningkat dewasa ini.

Sehubungan dengan fakta tersebut, SariWangi meluncurkan kampanye terbarunya yaitu "Nikmatnya SariWangi, Hangatkan Malammu!". Novia Sukmawaty, Brand Manager SariWangi mengatakan, melalui kampanye ini SariWangi ingin menjembatani pasangan suami istri di Indonesia memanfaatkan malam hari sebagai momen istimewa setiap hari untuk memperbaiki kualitas komunikasi, keharmonisan keluarga dan menjaga romantisme pernikahan agar tetap menyala.

Kenapa malam hari? Novia lebih lanjut menjelaskan, malam hari menjadi jawaban bagi problem pasangan yang sibuk. Mereka dapat menghabiskan waktu bersama setelah berkutat seharian dengan aktivitasnya masing-masing dengan kondisi badan dan pikiran yang lebih rileks di malam hari. Selain itu suasana malam hari pun mendukung untuk saling berbagi dan bicara dari hati ke hati, ditemani kehangatan secangkir teh.

"Dengan kandungan yang terdapat didalamnya, minum teh di malam hari akan membuat perasaan lebih tenang dan rileks sehingga komunikasi dengan pasangan bisa terjalin lebih hangat," tambah Novia.

Mengamini pernyataan Novia, Psikolog Keluarga dan Perkawinan, Ratih Ibrahim menjelaskan, pernikahan bahagia berawal dari komunikasi yang baik dengan pasangan, berbagi perasaan dan juga selalu menjaga romantisme. Hal ini bisa terus diwujudkan apabila pasangan suami istri memiliki waktu berkualitas untuk bersama, menjalin keintiman, saling berbagi cerita dan berkomunikasi tatap muka.

Sayangnya perempuan dan laki-laki punya persepsi berbeda. Kaum Hawa memaknai keintiman dengan berkomunikasi tatap muka, bertukar cerita dari hati ke hati, sedangkan kaum Adam menerjemahkan keintiman dengan melakukan kegiatan berdua. Kualitas komunikasi dengan pasangan pada akhirnya menjembatani perbedaan cara pandang ini. Pernikahan menyatukan dua individu yang berlatar belakang dan cara didik berbeda, karenanya membudayakan meluangkan waktu untuk menikmati malam sambil berbincang empat mata dapat dilakukan untuk dapat lebih memahami pasangan, sehingga hubungan tetap langgeng dan tercipta keharmonisan keluarga.

Wanda Hamidah, public figure sekaligus pemerhati pemberdayaan perempuan Indonesia mengungkapkan, saat ini tantangan perempuan dalam kehidupan rumah tangga semakin besar karena mereka memiliki multiperan sebagai istri, ibu sekaligus wanita pekerja. Perempuan tidak hanya harus memiliki keberanian dan inisiatif untuk berbicara dengan pasangannya, namun juga harus berperan untuk menyalakan terus romantisme dan keintiman dalam keluarga. Porsinya harus seimbang antara kontribusi perempuan dan laki laki.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)