SAS Klaim Marketing Analytic Mampu Meningkatkan ROI Bisnis

Seiring dengan kanal digital yang terus menjadi kontak komunikasi utama bagi konsumen, kesuksesan brand akan tergantung pada kemampuannya untuk menerjemahkan data yang diperoleh dari aktivitas digital konsumen. Pada era sebelum digital, aktivitas menonton televisi, menelepon, mengirim pesan singkat dan berbelanja adalah aktivitas terpisah-pisah, dilakukan dengan perangkat yang sama sekali tidak terhubung satu dengan yang lainnya. Tetapi kini di era digital semua aktivitas tadi bisa dilakukan dalam satu waktu elwat satu perangkat yakni smartphone atau televisi yang terintegrasi dengan internet.

Maka, menurut Rene van der Laan, SAS International Marketing Expert, kini sudah saatnya bagi setiap bisnis untuk lebih dalam mengenal perilaku konsumennya. Perusahaan dapat mengumpulkan data yang terperinsi melalui beragam kanal seperti website dan media sosial, kemudian menganalisa dan memanfaatkannya untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam teknik pemasaran. “Lebih banyak data dan lebih banyak analisis merupakan kunci untuk memahami interaksi antara aktivitas pemasaran, psar, dan kanal penyampaiannya,” ujar Rene.

SAS indonesia

Kristianus Yulianto, Consulting & Services Manager SAS Indonesia, melihat fenomena tersebut SAS kemudian membuat sebuah konsep yang dinamai customer decision hub. Ini adalah sebuah konsep yang mempelajari bagaimana tingkat pemahaman perusahaan terhadap konsumennya dan perilakunya selama dia berhubungan dengan perusahaan. Aktivitas konsumen yang diikuti adalah semua aktiivitas digital seperti SMS, membuka media sosial, mencari sesuatu menggunakan mesin pencari seperti Google.

“Semua informasi tadi diolah menjadi outbond berupa pesan pemasaran yang tepat dengan kebutuhan dia (konsumen) saat itu misalnya lewat SMS,” ujar Kristianus,” Jadi pesan yang masuk ke kosnumen tuh personal dan relevan dengan apa yang memang dia butuhkan saat itu, ini tujuannya agar konsumen nyaman menerima pesan dan akhirnya memutuskan membeli produk yang ditawarkan,” lanjutnya.

Oleh SAS konsep tersebut diterjemahkan dalam perangkat lunak yang membantu para tenaga pemasar lebih tepat sasaran, yaitu marketing analytics. Perangkat lunak ini diklaim SAS akan memampukan tenaga pemasar untuk mengevaluasi kesuksesan inisiatif pemasaran secara keseluruhan. Marketing analytics memperhitungkan seluruh upaya pemasaran pada berbagai kanal dalam rentang waktu tertentu, yang merupakan hal esensial dalam proses pengambilan keputusan serta eksekusi program yang efisien.

“Dengan 88,1 juta pengguna aktif internet di Indonesia, kanal digital dan pemasaran telah menyebar luas dengan cepat di Indonesia. Perangkat lunak ini dapat mendukung perusahaan untuk meningkatkan ROI, terutama yang segmen pasarnya langsung ke pengguna akhir (end user) seperti bank, asuransi dan telekomunikasi,” jelas Peter Sugiapranata, Sales Director SAS Indonesia.  Pihaknya mengaku tidak langsung mengkalkulasi berapa persen kenaikan ROI jika memakai perangkat ini, tapi fokusnya adalah membantu perusahaan agar lebih tepat sasaran dan efisien dalam pemasaran dengan begitu agar berdampak ke ROI.

Marketing analytics dipasarkan dalam satu paket yang terdiri dari tiga perangkat yaitu perangkat manajemen optimasisasi, otomatisasi dan real time desecion management. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)