Sasar Pasar Ibu Muda, Lifebuoy Luncurkan Aplikasi Berbagi Sehat

Kehidupan manusia abad ini nyaris bergantung pada jaringan internet, terutama mereka yang tinggal di perkotaan. Mencari informasi yang cepat lewat mesin pencari di internet menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Dat dari Klik Dokter.com (sebuah forum konsultasi kesehatan online), menunjukkan, pencarian informasi seputar masalah kesehatan menempati urutan tiga teratas, sebagi informasi paling banyak dicarai di internet. dr. Melyarna Putri, MPH, redaksi medis klikdokter.com mengaku di forum online tersebut saja setiap hari ada sekitar 100 – 150 pertanyaan masuk yang menanyakan persoalan medis. “Mulai dari penyakit yang diderita bayi, anak hingga orang dewasa,” ujar Melyarna “Umumnya mereka yang bertanya adalah wanita, usia produktif, sebagian adalah ibu muda,” lanjutnya.

lifebuoy IMG20160128141138

Hal ini kemudian mendorong Lifebuoy untuk melakukan riset kepada para ibu mengenai kebutuhan akan informasi kesehatan dan konsultasi mengenai kondisi kesehatan anak dan anggota keluarga. Menurut Indriani, Senior Brand Manager Lifebuoy, pihaknya melakukan riset sekitar 1 tahun untuk mengetahui kebutuhan tersebut.

Lifebuoy mengadakan Focus Group Discussion (FGD) terhadap 40 ibu muda di Jakarta. Dari FGD tersebut diperoleh temuan bahwa sebanyak 90% peserta melakukan observasi serta mencari tahu tentang gejala penykit anaknya di internet sebelum membawa ke dokter. Terlebih lagi 85 % dari para ibu memiliki smartphone sehingga memudahkan mereka mengakses internet dan mencri informasi dengan mudah dan menjadikan kesehatan anak masuk dalam toga topik teratas yang paling sering dibahas di kalangan komunitas ibu-ibu secara online.

Maka Lifebuoy kemudian menemukan bahwa kebutuhan tersebut dapat dijawab melalui aplikasi. “ Kami lalu mulai mendesain aplikasi berbagi sehat ini,” ujar Indriani. “Satu minggu pertama untuk mengetahui kebutuhan aplikasi dan minggu kedua menguji coba penggunaan aplikasinya,” lanjutnya. Aplikasi tersebut terdiri dari fitur radar gejala penyakit, yang berguna untuk mendeteksi wabah penyakit yang terdapat di lingkungan sekitar, “Ini fungsinya sebagai pengingat dini bahwa di lingkungan sekitarnya ditemukan beberapa orang yang mengalami penyakit menular seperti diare atau demam berdarah,” ujar Indriani. Kemudian fitur kedua adalah diary kesehatan yang membantu ibu merekan catatan medis anak dan mendeteksi awal penyakit yang diderita dengan memasukkan gejala-gejala yang terlihat kasat mata.

Semua informasi yang diinput kedalam aplikasi diperoleh dari kerja sama Lifebuoy dan tim klikdokter.com. Saat ini aplikasi tersebut sduah bisa mendeteksi hingga 62 jenis penyakit. ”Penyakit yang umum dan lazim terjadi di Indonesia, kalau yang jarang dan tidak pernah ada kasusnya di Indonesia tidak kami masukkan,” ujar Melyarna. Selain itu, menurut Melyarna, timnya juga selalu memperbarui informasi adanya gejala wabah di setiap kawasan. Khusus untuk informasi adanya gejala wabah tersebut, tim klikdokter.com memperoleh informasi setiap hari dari para penanya.

Indriani juga menambahkan, aplikasi ini akan disosialisasikan lewat media sosial dan iklan di saluran Youtube. “Kami tidak beriklan di televisi, karena sasaran kami adalah pengguna smartphone,” jelasnya. Selain itu, juga akan dikemas bersama kampanye Lifebuoy lainnya seperti kampanye “Cuci Tangan” ke sekolah, kelompok PKK dan praktisi kesehatan di rumah sakit. Kampanye tersebut sebelumnya sudah berjalan di 16 provinsi di Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)