Schneider: Hindari Risiko Gangguan Listrik dengan UPS

Saat ini suasana libur akhir tahun sudah mulai terasa, dan semua orang mulai sibuk menyiapkan diri untuk merayakan liburan di akhir tahun ini. Biasanya, di tengah kemeriahan ini konsumsi energi rumah tangga jadi meningkat karena berbagai alasan, dari mulai persiapan hiasan dan lampu Natal, pesta perayaan Natal di rumah, hingga kebiasaan untuk mengirim e-card ke orang-orang tercinta yang tinggal berjauhan.

Mungkin saja bagi banyak orang musim liburan ini sangat dinantikan, namun di tengah industri pelayanan yang semakin mengglobal, dan juga jam kerja yang begitu padat di Indonesia, bagi beberapa pihak musim liburan ini sebenarnya sama saja seperti hari kerja biasa. Untuk para pemain bisnis di bidang TI dan Business Process Outsourcing (BPO), perusahaan telekomunikasi dan perusahaan pelayanan publik lainnya, bisnis tetap berjalan seperti semestinya. Dan mereka dihadapkan pada tantangan untuk tetap menyediakan power supply yang konstan agar kegiatan operasional tetap berjalan lancar.

Di tengah kenaikan konsumsi energi untuk perangkat elektronik dan dekorasi Natal, tuntutan yang meningkat pada jaringan listrik dapat menimbulkan masalah power. Penting untuk disadari bahwa saat kita berada di rumah maupun di tempat kerja, lonjakan listrik dapat terjadi kapan saja dan disebabkan banyak hal, seperti arus tiba-tiba yang terjadi akibat mati lampu atau penggunaan motor listrik bertenaga tinggi, seperti komputer, AC, dan perangkat lainnya. Fluktuasi power ini tidak hanya berpotensi menyebabkan kerusakan permanen terhadap perangkat elektronik yang mahal dan sensitif, namun juga mengakibatkan downtime pada perangkat tersebut, kehilangan produktivitas, dan juga resiko kehilangan data.

Michael Kurniawan, Business Vice President Schneider Electric (kiri) dan Keith Murray, VP Strategy, M&A & Services Asia Pacific dan Japan IT Business Schneider Electric (kanan) Michael Kurniawan, Business Vice President Schneider Electric (kiri) dan Keith Murray, VP Strategy, M&A & Services Asia Pacific dan Japan IT Business Schneider Electric (kanan)

“Uninterruptible Power Supply (UPS) mungkin bukan menjadi perangkat yang umum untuk diminati di tengah musim liburan, namun seharusnya demikian karena konsumsi energi di rumah biasanya meningkat di masa-masa ini, sehingga resiko masalah power juga ikut meningkat, dan yang terpenting, keamanan dan perlindungan akan gangguan listrik sudah sepatutnya menjadi prioritas,” ujar Michael Kurniawan, Vice President IT Business, Schneider Electric Indonesia, Jumat (20/12/2013).

“Adanya UPS di rumah dapat membantu melindungi komputer dan perangkat elektronik penting lainnya dari perubahan voltase yang berasal dari jalur power,” tambahnya.

Perlindungan terhadap power dimulai dari antisipasi lonjakan listrik. Pertimbangan yang terpenting adalah untuk melindungi perangkat keras itu sendiri dari kerusakan. Saat membeli alat pelindung lonjakan listrik, semakin rendah rating voltase yang tersalurkan, maka perlindungan terhadap perangkat elektronik tersebut juga semakin baik. Sebuah alat pelindung lonjakan listrik juga menawarkan jaminan perlindungan bagi perangkat-perangkat listrik yang dilindunginya.

“Memiliki supply energi yang konstan dan handal sangatlah penting bagi perusahaan yang tetap menjalani bisnis seperti biasa di tengah musim liburan, dan Schneider Electric berkomitmen untuk menyediakan solusi power yang terintegrasi untuk melindungi perangkat penting mereka dan menjaga agar kegiatan operasional mereka tetap berjalan,” ujar Michael.

Sebagian orang menggunakan alat penahan lonjakan listrik atau UPS untuk melindungi komputer mereka, namun banyak yang belum menyadari pentingnya perlindungan terhadap lonjakan yang tersembunyi, seperti yang berasal dari jalur komunikasi dan perangkat keras tambahan pada komputer. Schneider Electric merekomendasikan perlindungan power menyeluruh untuk komputer beserta perangkat keras lainnya, termasuk printer, jalur telefon atau faks, kabel modem, dan juga perlengkapan sensitif lain, seperti televisi, stereo system, DVD player dan piringan satelit.

Untuk solusi perlindungan power yang lengkap, UPS, sebuah baterai back up yang membantu menyelamatkan data dengan menjaga keberlangsungan sistem komputer tanpa interupsi saat terjadi tegangan listrik turun, mati lampu, atau kondisi kelebihan arus listrik, bisa menjadi pilihan.

UPS memungkinkan penggunanya untuk, misalnya, menyelesaikan transaksi, menyimpan dokumen yang sedang dikerjakan, dan mematikan perangkat dengan aman. Penahan lonjakan listrik dan sistem UPS yang tersedia di pasaran saat ini juga dapat memberikan perlindungan terhadap resiko lonjakan listrik melalui telefon atau faks atau modem, kabel, televisi, dan jalur network.

“Lonjakan listrik tidak ikut ‘berlibur’ di saat musim liburan. Artinya, kita harus memastikan bahwa perangkat elektronik kita terlindungi setiap saat,” tuturnya.

"Dewasa ini, memiliki UPS untuk melindungi data dan mencegah kerusakan terhadap perangkat elektronik menjadi sebuah kebutuhan mutlak. Untuk itu, Schneider Electric dengan brand APC by Schneider Electric menyediakan berbagai macam solusi bagi masalah tersebut, baik itu UPS berkualitas, surge arrester, dan lain-lain, yang diperuntukkan bagi pemakaian di tempat kerja maupun di rumah,” pungkasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)