Sebulan G2000 Menjual Produk 1.000 Potong

Bekerja monoton tampaknya tak menarik minat Tommy Jap, Brand Manager G2000. Ia lebih suka dengan dinamika dunia fashion yang memberikan tantangan tak terduga di waktu yang tak terduga pula. Ia pun merasa tertantang untuk mengembangkan brand asal Hong Kong, G2000 untuk bersaing dengan brand asing lainnya di Indonesia.

Menurutnya brand atau label harus bisa memberikan nuansa yang berbeda, mengingat hampir semua brand luar yang masuk ke Indonesia  membawa koleksi yang sama. “Kami offer harga yang sesuai dengan kualitas premium, kami memiliki kualitas bahan dan cutting yang rapi. Keunggulan kami adalah cutting yang pas di badan orang Asia sebagai target market kami,” ujar lulusan Binus tahun 2009 ini.

Koleksi yang ditawarkan mulai diperluas pangsa pasarnya. Pada awalnya G2000 mengincar pangsa pasar 31- 40 tahun, kini mereka mulai memasuki pasar usia  25-30 tahun. Selain itu, G2000 pun lekat kaitannya dengan model formal, tapi menyambut tahun 2016, koleksi yang dikeluarkan kebanyakan kasual baik untuk pria maupun wanita.

Menurutnya, banyak pria dan wanita yang setelah bekerja, ingin berkumpul dengan teman-temannya. Mengakali hal itu, G2000 pun meluncurkan berbagai koleksi yang bisa dipakai baik secara formal maupun non formal. Anak kedua dari dua bersaudara ini juga tak kurang akal dalam meraih pasar baru. salah satunya dengan meluncurkan koleksi My First Suit.

IMG_20151215_154033_HDR-1024x768

Koleksi ini ditujukan untuk para muda-mudi yang ingin berinvestasi pada penampilan resmi pertama mereka. untuk pria, My First Suit akan terdiri dari kemeja, jas, dan celana panjang. Khusus wanita akan ada pilihan rok atau celana. Menurutnya, banyak anak muda yang ingin bergaya formal dengan pakaian kualitas tinggi namun memiliki dana yang terbatas.

Nantinya My First Suit akan akan dihargai Rp 1.880.000 untuk pria dan Rp 1.900.000 untuk wanita. Produk ini sendiri akan diberikan dalam satu paket khusus sehingga konumen tak perlu repot dalam mencari pasangan pakaian yang pas.

Koleksi ini sendiri baru akan dilaunching pada winter 2015, tapi baru dibuat massal di spring 2016 atau Februari tahun depan. Ia optimistis dengan promosi yang diberikan, mengingat ia sendiri sudah memegang brand ini selama 4 tahun. Pria kelahiran Bangka Belitung ini, pertama kali bergabung dengan G2000 sebagai junior buyer lalu naik sebagai buyer.

Namun ia ingin merasakan tantangan lain dan keluar dari G2000 setelah brand yang masuk ke Indonesia  sejak 1998 ini di akusisi oleh PT Trisula. Pria yang telah menikah ini kembali lagi ke G2000 dan menjadi brand manager. “Saya sudah cinta dengan G2000,” ujarnya sambil tersenyum simpul.

Ia masih memiliki rencana lain dengan brand yang muncul pertama kali tahun 1985 ini. Tahun depan G2000 berencana untuk memperluas ekspansinya. Pada tahun ini G2000 memiliki 5 toko di Grand Indonesia , Senayan City, Bintaro, Supermal Karawaci, dan mal Taman Anggrek. Selain itu  akan masuk ke departemen store seperti Sogo, Central, dan Metro hingga total ada di 47 departemen store di seluruh Indonesia.

Tahun 2016 berencana untuk memperluas departemen store yang akan dimasuki dan membuak 2 store lagi. Tahun depan dihadapi dengan optimistis meskipun harga yang ditawarkan sekitar Rp 429.000 untuk koleksi pria, hingga Rp 2.500.000 untuk koleksi blazer.

Dalam sebulan di satu store G2000 mampu terjual hingga 1.000 pieces, sehingga tak heran bila di tahun depan akan ada lebih banyak gebrakan baru dari brand ini. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)