Sentuhan-sentuhan GrabTaxi untuk Melebarkan Jalur

Satu cara tak cukup untuk melebarkan jalur bisnis. Hal itu juga yang dilakukan oleh GrabTaxi. Layanan pengiriman taksi ini memberikan sentuhan-sentuhan untuk setiap stakeholders yang ada di sekelilingnya. Stakeholders yang menjadi fokus pertama GrabTaxi adalah customer dan supir taksi.

Menyadari bahwa customer-nya didominasi oleh wanita, GrabTaxi meluncurkan kampanye #WanitaInspiratf. Kampanye ini bertujuan untuk mengapresiasi dan mendukung 8 wanita berprestasi dari berbagai latar belakang serta memiliki komitmen dan dedikasi kuat untuk kegiatan sosial atau kemanusiaan.

2015312150546

“Mengapa kami memilih mengadakan kampanye ini? Dari kata pertama, wanita. Kami melihat bahwa kriminalitas di dalam taksi itu kebanyakan targetnya adalah perempuan. Pada saat yang bersama, kami adalah satu-satunya aplikasi taksi yang memiliki fitur safety. Kata kedua, inspiratif. Berbicara tentang inspiratf, yang kami cari adalah orang-orang yang ingin mengubah status quo atau kebiasaan lama. Pemilihan wanita-wanita ini tentu berdasarkan pada aktivitas mereka. Sebagai wanita tentunya kami melihat, apa sih aktivitas terdekat yang dilakukan oleh wanita. Dan semua aktivitas yang mereka lakukan, tepat sekali membicarakan wanita indonesia. Kami memilih mereka-mereka yang mencuat, tetapi berasal dari aktivitas yang berbeda satu sama lain,” jelas Kiki Rizki, Head of Marketing GrabTaxi Indonesia.

Kedelapan wanita terpilih itu adalah Alberthiene Endah - penulis biografi dan aktivitas Jakarta Animal Aid Network (JAAN) ; Melanie Subono - musisi, aktivis sosial, dan pendiri Rumah Harapan ; Mia Sutanto – aktivis laktasi, social entrepreneur dan pendiri Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) ; Putri Tanjung – creativepreneur dan pemerhati isu pendidikan kreatif dan kewirausahaan yang mendukung SMA Selamat Pagi Indonesia ; Valencia Mieke Randa – penggagas Blood for Life Indonesia ; Ina Madjidhan – pelopor Gerakan Berbagi dan Donor Darah Siaga ; Ollie Salsabeela – penulis, tech start up dan penggerak komunitas yang pedul pada pendidikan teknologi untuk perempuan di SMK Itaco Bekasi ; serta Ade Rindu – trauma healer, penulis, mentor untuk program ‘100 Buku Kemanusiaan’ bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT).

“Mereka mewakili keragamanan dan potensi luar biasa wanita Indonesia yang dibalik kelembutannya, memiliki ketangguhan untuk membuat perubahan di masyarakat, yang dapat menjadi inspirasi bagi wanita di seluruh Indonesia, sesuai dengan tema perayaan Hari Wanita Internasioan tahun ini, yaitu Make It Happen,” tambah Kiki.

Melalui kedelapan wanita inspiratif ini, GrabTaxi mengajak customer-nya untuk mengapresiasi dan memberikan dukungan untuk aktivitas sosial yang mereka lakukan. Mulai 12 Maret – 30 April 2015, setiap pemesanan taksi yang dilakukan dengan menggunakan kode khusus, GrabTaxi memberikan donasi Rp2500 bagi setiap organisasi sosial yang namanya tertera di kode tersebut. GrabTaxi juga memberikan potongan tariff Rp15ribu kepada customer, tanpa biaya pemesanan dan tanpa tariff minimum.

“Donasi akan diserahkan GrabTaxi pada awal Mei, bertepatan pada pelaksanaan Pelatihan Pertahanan Diri Bagi Wanita oleh GrabTaxi yang menjadi bagian rangkaian perayaan Hari Wanita Internasional dan Hari Kartini. Bagi organisasi yang kodenya paling banyak digunakan, GrabTaxi akan memberikan tambahan donasi sebesar Rp15juta,” jelasnya lagi.

Sentuhan lainnya dilakukan kepada setiap supir taksi, mengingat layanan ini melakukan kerja sama langsung dengan supir taksi, bukan dengan operator taksi. Oleh karena itu, GrabTaxi tidak sembarang dalam menyeleksi supir taksi yang ingin ikut bergabung. Check dan proper test dilakukan GrabTaxi agar dapat memilih supir taksi yang sesuai.

“Yang kami lakukan tentunya pengecekan berlapis. Pertama, kami melakukan pengecekan standar personal. Di sini kami melihat criminal record-nya, pernah ditilang atau tidak. Kalau sudah melewati tahap itu, lalu kami berbicara dengan teman-temannya, untuk meliaht lebih dekat karakter supir tersebut. Ketiga, kami akan berbicara dengan supervisor mereka. Dan terakhir, kami meminta surat berkelakukan baik,” jelas Kiki lagi.

Setiap supir yang ingin bergabung dapat ikut mendaftarkan diri. Bisa juga melalui rekomendasi dari rekan sesame supir taksi. Selanjutnya, supir akan diberikan smartphone, yang bisa dicicil 3 – 6 bulan. Supir taksi itu akan menerima pelatihan cara-cara menerima order serta penjelasan tentang pemberian layanan yang baik untuk customer.

10888449_318522988347984_5801591429445610323_n

“Kami adakan pelatihan dua kali dalam seminggu, pada hari Selasa dan Kamis. Pelatihannya tentang cara menerima order, ara beeding, mengapa menang atau kalah saat beeding. Kami juga latih tentang personal hygienes, operational cleanliness, selalu cek dan ricek ketika penumpang keluar dari taksi. Kami juga adakan rating system untuk mengecek pengemudi. Kami akan melihat apakah ada komplen yang sama. Apabila terus terjadi, kami akan tutup akunnya,” tambahnya.

Hingga kini, layanan yang ada di Indonesia sejak Juni 2014 ini sudah ada di Jabodetabek dan Padang. Sebanyak lebih dari 2.000 supir taksi di Jabodetabek sudah bergabung dengan layanan ini. Bahkan, layanan asal Malaysia ini, dapat melayani lebih dari 3.000 pesanan dalam per hari untuk wilayah Jabodetabek. Pencapaian ini membawa GrabTaxi mengalami kenaikan penggunaan sebanyak tiga digit per bulan.

“Untuk di sini, kami sudah bekerja sama dengan lebih dari 2.000 supir taksi dan melayani lebih dari 3.000 orderan setiap harinya. Jumlah penggunaannya pun dari bulan ke bulan mengalami kenaikan tiga digit. Untuk driver minimal mendapatkan tiga orderan, bahkan ada yang mendapatkan penghasilan Rp10juta per bulannya,” tutup Kiki. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)