Sewindu Shell LiveWIRE BSA Terus Mencetak Wirausaha Muda Kreatif

Sewindu penyelenggaraan Shell LiveWIRE Business Start-up Awards (BSA), Shell Indonesia kembali mengajak wirausaha muda pemula untuk mengikuti ajang tahunan ini. Pendaftaran untuk mengikuti Shell LiveWIRE BSA 2014 sudah dibuka sejak April dan akan ditutup pada 15 Juli 2014. Ajang tahunan yang telah diadakan sejak tahun 2006 ini tak hanya berhasil menarik minat ribuan wirausaha muda pemula, tapi juga berhasil mencetak lebih dari 100 wirausaha muda yang terpilih sebagai pemenangnya.

Tahun ini, jumlah peserta diharapkan akan meningkat,yaitu mereka yang merupakan wirausaha muda pemula berusia antara 18 – 32 tahun yang telah menjalankan usahanya mulai dari 3 bulan hingga 24 bulan.

SheelBSA

Pada awal penyelenggaraan Shell LiveWIRE BSA, bidang usaha yang paling banyak digeluti para peserta maupun finalis adalah fashion dan kuliner. Tetapi, dalam tiga tahun terakhir ini, ajang ini mulai dipenuhi finalis dari bidang lain seperti teknologi informasi dan jasa.

Richard, misalnya, salah seorang finalis Shell LiveWIRE BSA 2013, mengusung bisnis jasa melukis dinding atau lebih dikenal dengan istilah “Mural”, sebuah usaha yang boleh jadi belum banyak dilirik di Indonesia sebagai sebuah bisnis. Lewat kreativitas dan inovasinya dalam menawarkan jasa lukis dinding ini, usaha Richard kini menjadi pilihan bagi perusahaan maupun institusi yang memerlukan jasa tersebut seperti PT Sampoerna dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Melalui kerjasama dengan KPU, karya Richard dan rekan-rekannya yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Umum 9 April 2014 lalu telah menghiasi 9 titik di berbagai lokasi di DKI Jakarta.

Shell LiveWIRE merupakan program Social Investment Shell yang dilaksanakan di 17 negara termasuk di Indonesia. Shell LiveWIRE BSA 2014 Indonesia memberikan hadiah uang tunai sebesar Rp 25 juta per orang bagi 10 pemenang serta mendapat kesempatan mengikuti coaching selama 2 tahun. Selain itu, para pemenang pun berkesempatan menjadi anggota “Shell LiveWIRE International Hall of Fame” yang merupakan kelompok wirausaha terbaik yang mendapatkan manfaat dari program Shell LiveWIRE di seluruh dunia. Saat ini, ada 23 orang pemenang Shell LiveWIRE dari seluruh dunia yang masuk ke dalam Shell LiveWIRE International Hall of Fame. Empat diantaranya adalah pemenang Shell LiveWIRE BSA dari Indonesia.

Tahun ini, Shell Indonesia menominasikan dua nama untuk Shell LiveWIRE International Hall of Fame yaitu Fajar Ciptandi, pemenang Shell LiveWIRE BSA 2013, dan Ivan Kurniawan, pemenang Shell LiveWIRE BSA 2011. Keduanya mengusung kreativitas dan inovasi dalam menjalankan bisnisnya. Kreativitas Fajar yang sangat menonjol adalah kemampuannya untuk memadukan unsur bisnis dan sosial dalam usahanya sejak dia memulai usahanya. Hal ini juga menjadikannya pemenang kategori Social Entrepreneur BSA di tahun yang sama. Sedangkan Ivan, yang berlatar belakang pendidikan teknologi, memadukan seni tradisional membatik dalam material modern berupa bahan denim. Tak banyak wirausaha muda yang mau bersusah payah untuk mencoba membatik di atas media denim seperti Ivan.

Beberapa pemenang Shell LiveWIRE BSA pun telah berhasil merambah ke pasar internasional. Salah satunya adalah Ariyadi Yunianto, pemenang Shell LiveWIRE BSA 2011 yang sukses memboyong produk keperluan spa di bawah merek Cendani SPA ke beberapa negara di Asia Tenggara. Saat ini bisnisnya juga sudah mulai merambah di bidang minuman herbal instan untuk kecantikan. “Shell LiveWIRE banyak membantu saya dalam mengembangkan bisnis. Pelatihan yang diberikan sebagai hadiah kemenangan saya telah banyak memberi inspirasi bagi saya untuk berani menerobos pasar luar negeri,” ungkap Ari.

Shell LiveWIRE Mendorong Inovasi

Inovasi telah menjadi bagian paling penting dalam ajang Shell LiveWIRE BSA. Selama delapan tahun penyelenggaraan, para peserta menampilkan inovasi di berbagai aspek. Mulai dari inovasi pada produk, bahan baku, kemasan, pemasaran hingga jalur distribusi. Inovasi bahan baku pada produk, contohnya, dilakukan Rinanda Halfi M, salah satu pemenang Shell LiveWIRE BSA 2012 yang menciptakan Blackburger Indonesia, sajian burger dengan roti burger berwarna hitam. Inovasi dilakukan dengan memberi warna hitam pada roti burgernya dengan memanfaatkan buah kluwek.

Inovasi juga dilakukan dalam bentuk pengemasan produk. Seperti yang dilakukan oleh Lailatus Saadah, pemenang Shell LiveWIRE BSA 2011, yang mencoba mengemas nasi krawu khas Surabaya secara berbeda. Nasi krawu yang biasa disajikan dalam kemasan daun telah diubah menjadi berbentuk burger agar mudah dinikmati. Inovasi juga dilakukan dari sisi cita rasa oleh Massinangling Gumelar, salah satu pemenang Shell LiveWIRE BSA 2013 yang memberi rasa pedas rendang Padang pada mie buatannya, Mie Padang. Mie juga menjadi sumber inspirasi bagi Rendy Ahmadillah Fauzi, pemenang Shell LiveWIRE BSA 2012 yang menciptakan inovasi dalam rasa mie dengan memanfaatkan bayam untuk diolah menjadi produk Mie Popeye.

Dar sisi pemasaran dan jalur distribusi, inovasi juga dilakukan oleh para finalis Shell LiveWIRE BSA selama dua tahun terakhir penyelenggaraan ajang ini. Inovasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, yaitu dengan memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya, dilakukan oleh hampir semua finalis Shell LiveWIRE BSA.

Selain itu, inovasi juga dapat berasal dari konsumen target seperti anak-anak. Anak-anak telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak wirausaha muda pemula yang menjadi finalis Shell LiveWIRE BSA selama delapan tahun ini. Produk gendongan bayi merek Hanaroo Baby Wrap misalnya, merupakan karya Elgia Melissa Kirana, salah satu pemenang Shell LiveWIRE BSA 2011yang terinspirasi oleh kebutuhan bayi akan kenyamanan saat berada dalam gendongan sang ibu kala bepergian. Atau produk boncengan anak karya Roihatul Jannah yang diberi merek Helmiat Bonceng Bocah yang terinspirasi oleh anak-anak yang memerlukan boncengan khusus saat dibawa orangtuanya mengendarai motor. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)