SMV Freesat TV Resmi Diluncurkan

Meskipun ada 15 stasiun televisi siaran gratis yang tayang nasional, tapi ternyata masih banyak wilayah yang tidak menerima siaran stasiun TV gratis itu karena jauh dari stasiun transmisi. PT Sarana Media Vision (SMV) hari ini mengumumkan peluncuran perdana secara nasional televisi satelit dengan layanan gratis. SMV Freesat TV menggunakan satelit ABS dalam menayangkan lebih dari 60 saluran domestik dan internasional di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Dr. Ir. Meiditomo Sutyarjoko, Komisioner dan Pendiri SMV FreesatTV,  potensi TV satelit di Indonesia lebih dari 30 persen populasi penduduk atau sekitar 50 juta. Ia membandingkan dengan Vietnam, India, dan Cina yang besar populasi penikmat TV satelitnya, Indonesia masih kecil yang sudah tergarap saat ini hanya 3-4 persen. “Kendala utamanya adalah harga perangkat yang mahal dan harus berlangganan setiap bulan,” ujar sebelumnya memegang posisi Space Craft Mission Director Deputy BRISat ini. Pria yang disebut salah satu orang dibalik suksesnya peluncuran satelit BRI itu melihat besarnya pasar TV Satelit di Indonesia dengan kondisi tersebut.

“SMV FreesatTV memungkinkan masyarakat menikmati tayangan TV hanya dengan membeli set-top-box seharga Rp 499 ribu saja, sudah termasuk antena parabola mini, sekali beli itu saja, kecuali rusak dia harus beli lagi,” kata pria yang juga dikenal salah satu pakar satelit di Indonesia itu. Saluran yang tersedia saat peluncuran ini adalah Jawapos TV, TVRI Nasional, TV9 Berita, DAAI TV, TV Edukasi, Bali TV, TV One, ANTV, Metro TV, Trans 7, Trans TV, SCTV, Indosiar, Kompas TV, Net TV, H2, France 24, Bloomberg TV, CGTN, Al Jazeera English, Russia Today, Channel 8, Rotana Music, Rotana Cinema, Junior, Outdoor Channel, Channel 8, Channel Music, Trace Sport Stars, Saudi Qur’an, Deutsche Welle, NHK Arirang, Cinema 2, Jiangsu TV, K-Drama, Phoenix Chinese Channel, B4U Movies, You Man Cartoon, Toonmax, TRT World dan banyak lagi. Semua itu bisa dinikmati tanpa membayar bulanan.

Walau demikian nanti akan ada channel berbayar dengan sistem ala carte untuk channel-channel pilihan seperti Fox, HBO, dan sebagainya. Jadi konsumen tetap bisa menikmati 60 basic channel tetap tanpa bayar, tapi bisa menambahkan channel-channel berbayar pilihan dengan sistem ala carte. “Jadi revenue stream kami dari channel yang dikelola dengan ala carte itu, selain itu didapat dari stasiun TV yang join dengan kami itu, mereka membayar iuran ke kami. Keuntungan join dengan kami, jangkauan pemirsa mereka makin luas,” katanya. Tahun pertama SMV FreeSat TV menargetkan tidak terlalu agresif pelanggan yang bisa digaet hanya 500 ribu saja. Sekarang pihaknya sudah mencetak 100 ribu set-top-box pada peluncuran tersebut. Pada tahun kedua dan ketiga diharapkan bisa dicapai 2-3 juta pelanggannya.

SMV menggandeng distributor nasional untuk penjualan set-top-box yaitu PT Mitra Media Perkasa (MPP). MPP merupakan pemain besar untuk penyedia set-top-box satelit yang memiliki jalur distribusi dan 42 gerai layanan di seluruh Indonesia. Soal nilai investasi Meidi tidak berkenan menyebut. “SMV dibangun oleh 100 persen local partner. Kami mendapatkan preferential dari sharing transponder, sebenarnya ini biaya paling mahal, tapi kami bisa mendapatkan preferential price minimum sekali, amat sangat murah, kami yakin bisa BEP dalam 3 tahun. Market share terbentuk, kemudian kami bisa dapat revenue dari konten internasional,” katanya.

Ia meyakini pasar ini besar sekali dan SMV bisa berhasil menggarap pasar di sini karena layanan stasiun TV tidak berbayar hanya bagus di kota besar. Banyak wilayah yang masih blank spot. “Kualitas gambar itu kurang, jadi coverage-nya terbatas, dengan satelit seluruh wilayah Indonesia tercover, bahkan bisa menikmati channel-channel internasional,” katanya.

SMV menggandeng ABS, operator satelit global yang mengoperasikan enam armada satelit (ABS-2, ABS2A, ABS-3A, ABS-4 atau Mobisat-1, ABS-6 dan ABS-7). Armada satelit yang dikelola perusahaan yang berkator pusat di Bermuda itu lebih dari 93 persen populasi dunia di Amerika, Afrika, Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, CIS dan Rusia. Tom Choi, CEO ABS yang hadir dalam peluncuran tersebut membenarkan apa yang disampaikan Meidi, bahwa potensi besar dari kehadiran TV satelit yang gratis ini diharapkan bisa memberikan hiburan dan tambahan pengetahuan masyarakat Indonesia. “Masyarakat Indonesia bisa menikmati hiburan terjangkau hingga ke pedesaan, juga informasi terkini yang bermanfaat. Kami sangat bersemangat bekerja dengan SMV untuk mendukung proyek menarik ini,” kata Tom. SMV mendapat ijin dari Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menyediakan layanan siaran Direct-to-Home secara nasional menggunakan satelit ABS di frekuensi Ku-Band dan C-band yang bisa membawa beragam saluran domestik dan internasional termasuk high definition (HD).

 

 

Editor : Eva Martha Rahayu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)