Startup Punya Dampak Bagus untuk Industri

Kehadiran perusahaan startup e-commerce di Indonesia dianggap berpengaruh positif untuk sektor industri. Salah satu contohnya, perusahaan startup bisa menjembatani antara pelaku industri kecil dengan calon pembeli.

"Ada perusahaan starup bisa tumbuh unit usaha baru atau entrepreneur baru," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Haris Munandar, Ahad, 18 Oktober 2015.

Haris mencontohkan industri kecil menengah yang bisa menjual barangnya melalui e-commerce. Pelaku industri ini dengan mudah bisa menemukan calon pembeli potensial melalui aplikasi startup perusahaan e-commerce. Lalu ada lagi startup ojek online yang memudahkan pengojek bertemu dengan penumpangnya.

"Ini banyak positifnya untuk industri, karena bisa menyerap tenaga kerja" kata Haris.

gojekMaraknya perusahaan e-commerce dipertanyakan pihak Kamar Dagang dan Industri. Komite Tetap Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri Kadin Handito Joewono meminta pemerintah mewaspadai e-commerce yang bersifat bubble economic growth vehicle. E-commerce dianggap hanya merekayasa pertumbuhan ekonomi perusahaan dan tidak fokus pada perdagangan. Menurutnya jenis ini hanya mementingkan untuk memperbesar perusahaannya, lalu menjualnya kembali.

Haris mengatakan kekhawatiran bahwa pemilik perusahaan e-commerce hanya membesarkan untuk menjualnya kembali tak menjadi masalah. "Sebab kalau orang mau beli perusahaan kan pasti telah mempelajari segala aspeknya," kata dia.

Meski begitu, sebagai perantara, perusahaan starup cuma menjual jasa, bukan perusahaan yang memproduksi barang atau sektor manufaktur. Karena itu, dari sisi industri, perusahaan starup tidak berada di bawah pembinaan Kementerian Perindustrian dan mereka tidak memiliki surat izin industri. Sebagai perusahaan di jasa perdagangan, perusahaan jenis ini seharusnya berada di bawah Kementerian Perdagangan sehingga seharusnya memiliki surat izin perdagangan.

Haris mengatakan keberadaan perusahaan startup di Indonesia memang masih menimbulkan sejumlah pertanyaan. Pertanyaan yang muncul diantaranya soal pajak penghasilan, kepemilikan NPWP, surat izin perdagangan, dan aspek perlindungan konsumen. Selain itu, standard K3 dalam Undang-Undang E-Commerce juga belum ada.

Tempo

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)