Strategi Gudeg Yu Djum Kembangkan Bisnis Lewat Startup Logistik Paxel

Gudeg tradisional paling legendaris di Indonesia, Gudeg Yu Djum, mulai berinovasi untuk mempertahankan eksistensi bisnisnya. Salah satu upayanya menggandeng startup logistik pelopor sameday delivery antarkota, Paxel. Melalui layanan pengiriman tiba di hari yang sama, Gudeg Yu Djum dapat dinikmati pecinta makanan khas Jogja di 12 kota besar Jawa & Bali.

Semula, Gudeg Yu Djum hanya bisa dinikmati dalam waktu kurang dari 24 jam. Hal tersebut membuatnya cukup kesulitan untuk menjangkau pelanggan di luar Yogyakarta. Menyadari tingginya permintaan dan peluang yang ada, Gudeg Yu Djum berinovasi dengan membuat gudeg kemasan kaleng dengan nama Gudeg Bagong. Teknik pengemasan dengan metode vacuum dan press memungkinkan Gudeg Bagong dapat bertahan hingga satu tahun, walaupun dibuat tanpa pengawet.

Untuk memperluas jangkauan bisnisnya, Gudeg Yu Djum juga bekerja sama dengan Paxel sejak akhir 2019. Kerja sama ini memungkinkan pembeli di luar Jogja memesan & menikmati Gudeg Yu Djum di hari yang sama. Setiap minggu, terdapat 250 pemesanan Gudeg Yu Djum yang mayoritas berasal dari area Jabodetabek, Semarang, hingga Bandung.

“Gudeg yang semula hanya untuk oleh-oleh jika pelanggan berkunjung ke Yogyakarta, kini bisa dinikmati langsung dengan pemesanan melalui aplikasi Paxel. Gudeg Yu Djum bisa dinikmati di 12 kota, tanpa perlu membuka cabang di kota-kota tersebut,” kata Manager Operasional Gudeg Yu Djum, Citra Anindyto dalam acara Ngopi Bareng Paxel #NgobrolUKM di Jakarta (20/02/2020).

Berkat inovasi-inovasi yang terus dicetuskan, gudeg yang awalnya dijajakan dari gendongan Mbok Yu Djum, kini telah memiliki banyak cabang di lokasi-lokasi strategis di Yogyakarta. Dalam satu hari, Gudeg Yu Djum mampu mengolah hingga 100 kg nangka sementara Gudeg Bagong mampu terjual 5.000 - 8.000 kaleng per bulan.

“Kecepatan pengiriman Paxel yang memungkinkan makanan seperti Gudeg Yu Djum dipesan pagi sampai malam hari, memang banyak dimanfaatkan oleh UKM makanan. Dengan pesanan cepat sampai, perputaran ekonomi UKM kita jadi lebih cepat dan mereka tidak perlu pusing membuka cabang di luar kota, sepanjang ada Paxel,” ujar Bonita Megaputri, Head of Brand Communication Paxel.

Tak hanya memperbarui pengemasan, Gudeg Yu Djum juga menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar. Untuk menarik minat Generasi Milenial dan Gen Z, Gudeg Yu Djum meluncurkan varian gudeg mercon yang bercitarasa pedas. Citra mengakui bahwa kuliner ekstra pedas sedang menjadi tren di kalangan anak muda. Walaupun cita rasa gudeg khas dengan rasa yang manis, inovasi terus diperlukan agar kuliner tradisional tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)