Strategi IT Galeri Menggarap Segmen Premium

PT Sumbermulia Hasilguna atau yang lebih dikenal dengan nama merek dagang IT Galeri merupakan bidang usaha yang bergerak di bidang penjualan produk komputer, baik hardware maupun software yang didirikan pada 1995. Sejak 2007 hingga 2009 pertumbuhan dari bisnis IT Galeri terus mengalami peningkatan. Namun sejak tahun 2013 pasar retail mulai mengalami kemacetan "Pasar IT  sudah mulai jenuh dan matang jadi pasarnya tidak tumbuh tapi pemainnya juga bertambah banyak,” tutur Jo Susanto, owner IT Galeri. Akibatnya penjualan IT Galeri pada masa itu turun 15-20%

Untuk menghadapi situasi itu, Jo mencoba terus bertahan dengan menggarap daerah pinggiran kota untuk membuka cabang baru. Salah satunya dengan membuka cabang di Cirebon tapi masih dalam bentuk yang lebih kecil. "Kami juga coba untuk lebih mendekatkan diri kepada konsumen,” lanjutnya.

20151217_111306-640x480

Strategi lain yang diterapkan, dengan membuka toko online sejak tahun 2014. Menjual barang-barang premium juga menjadi pilihan Jo. Alasannya sederhana, kalau bermain di pasar bawah saat ini pemain dan kompetitornya sudah semakin banyak. Sedangkan jika bermain di pasar atas dalam hal ini menjual barang-barang premium, pemainnya belum banyak. Selain itu, jika masuk ke pasar dengan target gaming walau pasarnya tipis, tapi profitnya akan lebih bagus dari pada menyasar pasar kelas menengah ke bawah.

Jerih payah Jo dan timnya untuk terus mengembangkan IT Galeri tidak sia-sia. Buah manis dari usaha yang mereka lakukan sudah mulai terasa. Terlihat dari penghargaan-penghargaan yang telah ia terima. Namun perjalanan bisnis tentunya tidak lepas dari segala masalah dan tantangan.

Bagi Jo, masalah dan tantangan terbesar adalah pada SDM yang ada. “Buat saya, SDM itu nomor 1, lalu  yang kedua produk dan ketiga profit. Kalau SDM nya tidak bagus, walaupun barangnya bagus, maka produk itu tidak akan laku terjual dan pastinya profit pun tidak akan bisa diperoleh. Begitu juga sebaliknya,” ungkap Jo.

Ke depannya, IT Galeri menargetkan dapat masuk atau membuka toko di mall yang berkonsep life style seperti Senayan City atau Central Park jika memang ingin lebih fokus untuk menjual barang-barang premium." Menjual barang premium mungkin tidak bisa langsung banyak, tapi margin penjualan dari profitnya lebih terasa,” ungkap Jo.

Tidak hanya ingin fokus menjual barang kelas premium, Jo juga ingin fokus di penjualan online serta lebih meningkatkan penjualan aksesoris seperti hard didsk, flash disk, modem dan alat pelengkap dari notebook.(EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)