Strategi Kartu Halo Bidik New Jobber Melalui WOMM

20150813_211952_resizedKartu Halo berhasil meraih penghargaan “The Word of Mouth Marketing 2015” yang diselenggarakan oleh SWA bekerja sama dengan OnBee Consulting.

Kartu Halo merupakan salah satu kartu pascabayar (Postpaid) yang sudah ada sejak 10 tahun. Lalu apa rahasianya bisa eksis hingga saat ini?.

Persaingan ketat dengan sesama operator maupun dengan kartu prabayar (Prepaid), Kartu Halo mempunyai strategi khusus dalam pemasarannya sehingga bisa menjadi market leader dalam kategori kartu pascabayar saat ini.

Erick Noviantoro, GM Corporate, Postpaid and Broadband Marketing Communication Telkomsel , mengaku, tidak ada rancangan khusus yang didesain oleh Telkomsel mengenai strategi melalui WOMM untuk Kartu Halo. Hal itu menurutnya timbul dengan natural dengan adanya kepuasan para pelanggan yang menikmati layanan Kartu Halo sehingga  perbincangan antara konsumen terjadi.

Salah satu produk unggulan dan inovasi terbaru yang bisa mendongkrak Kartu Halo di beberapa tahun terakhir yaitu produk HaloFit MyPlan yang merupakan paket pascabayar terbaru dari Telkomsel kartuHalo yang menawarkan keleluasaan lebih dengan kemudahan pemilihan paket yang lebih fleksibel dari layanan pascabayar lainnya.

“Pengguna Kartu Halo mayoritas adalah medium up sehingga memang kami menggunakan media sosial sangat hati-hati karena memang tidak mudah untuk pelanggan segmen Kartu Halo itu memahami tentang media sosial sendiri. Di beberapa tahun terakhir dengan adanya My Plan maka kami bisa menciptakan segmen baru dimana kami namakan segmen para new jobber yaitu pelanggan yang baru mendapatkan gaji pertama, itulah yang menjadi segmen baru kami,” jelasnya.

Ia menambahkan untuk segmen anak muda ini, Kartu Halo mempunyai tim digital untuk mengikuti perkembangan sistem informasi melalui sosial media seperti di Twitter. Dengan adanya Twitter diharapkan bisa menarik perhatian masyarakat dengan membuat hastag-hastag yang menarik sehingga WOMM dikalangan digital bisa berkembang.

“Hasil dari strategi-strategi yang kami gunakan kini market share dari jumlah data base costumer kami ada 35 persen untuk di Telkomsel. Tapi untuk operator kami paling tinggi yaitu 80 persen. Hal ini dikarenakan yang serius mengembangkan pascabayar (postpaid) hanya Telkomsel,” tuturnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)