Strategi Kimia Farma Bangun Loyalitas Pelanggan

Keberhasilan sebuah bisnis bukan hanya bergantung pada kuatnya jaringan distribusi, tetapi juga dipengaruhi oleh strategi manajemen dalam mendesain program-program menarik baik untuk pengguna akhir ataupun saluran penjualan. Mulai dari membentuk komunitas hingga menyelenggarakan acara berkala. Hal itu pula yang dijalankan oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk yang baru-baru ini mengadakan program untuk membangun loyalitas pelanggan dengan apotek dan manajemen. Seperti apa?

Kimia Farma

Sebagai bentuk penghargaan terhadap para pelanggan setia, di penghujung tahun 2013 Apotek Kimia Farma menyelenggarakan “Kimia Farma Experience: New Year's Eve with Pharmacist“. Program yang diadakan untuk kali pertama ini diselenggarakan secara serentak pada 512 Apotek Kimia Farma di seluruh Indonesia.

Dalam program ini apoteker Kimia Farma beserta Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT Kimia Farma Apotek (KFA) melayani langsung para pelanggan dan memberikan bingkisan cantik kepada 10 pelanggan beruntung yang berbelanja di Apotek Kimia Farma menjelang pergantian tahun.

Kimia Farma-Pelanggan

Imam Fathorrahman, Direktur Utama KFA, mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Kimia Farma terhadap program pemerintah yaitu pelayanan kefarmasian oleh apoteker kepada pasien, yang diharapkan dapat memberikan makna terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

"Sebagai salah satu program dalam peringatan ulang tahun KFA yang ke-11 pada 4 Januari 2014 mendatang, diharapkan (program ini) dapat semakin mendekatkan apotek dan apoteker Kimia Farma di hati para pelanggannya dan memantapkan langkah Kimia Farma mendukung pelaksanaan SJSN per 1 Januari 2014", ucap Imam yang dalam acara Markplus Conference 2014, 12 Desember lalu, dianugerahi Indonesia Marketing Champions 2013 untuk Pharmaceutical Sector dari Markplus Inc dan Indonesia Marketing Association (IMA).

KFA baru saja melangsungkan Grand Launching 100 Apotek dan 100 Klinik pada 18 Desember 2013 di Kupang sekaligus peresmian Apotek Kimia Farma oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya. Menurut Imam, kondisi itu akan semakin mengokohkan posisi anak perusahaan BUMN farmasi terbesar di Indonesia ini sebagai penyedia layanan kesehatan terintegrasi terbesar di Indonesia. Layanan Kimia Farma kini didukung lebih dari 512 apotek, 200 klinik, 35 laboratorium klinik, dan 11 optik yang tersebar di seluruh Indonesia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)