Begini Strategi Menjalankan WOMM yang Jitu

WOMM mampu mendongkrak peningkatan rasio dari yang aware menjadi membeli sebuah produk hingga empat kali lipat. Bagaimana caranya menjalankan WOMM yang berdampak positif terhadap kinerja penjualan? Sumardy, CEO Buzz & Co., menuturkannya kepada Indah Pertiwi:

Sumardy

Bagaimana seharusnya menempatkan WOMM dalam kerangka strategi marketing?

WOMM memiliki kekuatan dari segi sales conversion rate. Misalkan seperti ini: saat sebuah merek memasang iklan, maka brand awareness bisa tinggi. Namun pertanyaannya: berapa banyak yang aware akhirnya beli? Conversation rate dari awareness to sales biasanya sangat rendah. WOMM berperanan meningkatkan conversation rate tersebut sehingga yang aware menjadi beli akan mengalami peningkatan rasio menjadi 4 kali lipat dibandingkan tanpa WOMM

Sebelum melakukan WOMM apa saja yang harus diperhatikan terkait dengan kualitas produk, difrensiasi dan harga?

WOMM tidak akan terjadi saat sebuah produk bermasalah dengan fitur dan kualitas nya. Tetapi tidak berarti harus dengan fitur yang super canggih juga. Minimal kualitas produk harus sesuai dengan standar rata-rata industri.

Sumardy (tegak)

Kenapa ada produk yang menggunakan strategi WOMM, setelah meroket lalu loyo atau malah menghilang dari pasar (misal cokelat Monggo, keripik Maicih) dll?

Produk yang meroket dengan WOMM dan hilang biasanya disebabkan karena mereka melupakan alasan awal terjadinya WOMM. Sebuah produk yang sudah meroket, harus terus mempertahankan “winning formula”-nya saat berhasil menjadi WOMM. Seringkali produk yang sudah meroket karena WOMM, malah akhirnya terjebak menggunakan pendekatan tradisional seperti sales promotion atau iklan, padahal produk tersebut meroket bukan karena itu.

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)