Strategi PergiKuliner Hadapi Persaingan Penyedia Referensi Kuliner

Penyedia referensi tempat makan kini mulai banyak di Indonesia. Kebanyakan dari mereka berasal dari luar negri. Sayangnya, banyak dari referensi penyedia tempat makan ini tidak mencantumkan keterangan yang dibutuhkan konsumen Indonesia.

Oswin Liandow, CEO PergiKuliner (kiri) Oswin Liandow, CEO PergiKuliner (kiri)

”Biasanya penyedia referensi ini, hanya mereferensikan rumah makan, padahal di Indonesia banyak tempat makan kaki lima yang rasanya enak. Selain itu, mereka juga tidak memberikan kategori tempat makan halal pada website atau aplikasi mereka,” jelas Oswin Liandow, CEO PergiKuliner.

Oleh karena itu, Oswin tercetus ide untuk membuat penyedia referensi tempat makan yang disesuaikan dengan karakteristik konsumen Indonesia. Situs dan aplikasi PergiKuliner, kini telah memiliki tempat makan terdaftar sebanyak 60.000 tempat di wilayah Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung. Dari angka tersebut 10.000 tempat sudah memiliki review dari konsumen, dan 30% di antaranya merupakan review tempat makan kaki lima.

Untuk bisa memberikan review, konsumen harus menjadi member dan memberikan review dengan memberikan nilai pada 5 kategori yaitu, pelayanan, rasa, harga, suasana, dan kebersihan. Menurut Oswin, kelima kategori ini akan memberikan penilaian yang obyektif untuk setiap tempat makan. Selain itu, ia juga menyediakan tim khusus yang akan memeriksa setiap review yang masuk.

Review yang masuk harus lengkap, akurat serta menggunakan foto pribadi yang tidak diambil dari situs atau miliki orang lain. “Di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung ada 2 orang tim kami yang bertugas memeriksa review dari member serta lokasi tempat makan. Apabila review dianggap tidak sesuai, maka review tersebut akan kembali ke draft pembuat review dan tidak ditampilkan di kolom review,” jelas Oswin.

Untuk memudahkan pengguna, Pergikuliner menyediakan mesin pencari dengan menggunakan kata kunci lokasi, nama restoran, dan foto. Tempat makan yang muncul teratas merupakan tempat makan yang memiliki nilai paling bagus dari para pemberi review atau yang disebut reviewer.

Untuk memperkenalkan aplikasi dan situs ini, Pergikuliner membentuk komunitas Pergikuliner yang terdiri dari member reviewer yang aktif. Hingga saat ini jumlah para reviewer sudah mencapai diatas 1.000. Selain reviewer, mereka juga menargetkan reader, atau orang-orang yang mencari tempat makan tanpa memberikan review.

Saat ini mereka hanya menargetkan pertumbuhan reviewer dan reader tanpa mencari laba, karena ingin menciptakan ekosistem terlebih dahulu. Ia memfokuskan pertumbuhan jutaan review di tahun depan, tanpa mau menyebutkan target member di tahun yang sama. Setelah itulah ia berani menargetkan pertumbuhan laba pada 2 atau 3 tahun ke depan.

Laba akan dihasilkan dari setiap iklan yang terpasang di situs atau aplikasi mereka. Namun ,hingga saat ini, mereka belum menggunakan strategi tersebut dan masih bergantung pada dana dari investor.

Ia juga tidak akan menggunakan strategi kerja sama dengan tempat makan tertentu, karena ingin tetap obyektif terhadap berbagai review yang masuk. Menurutnya, strategi ini akan membuat obyektivitas dari Pergikuliner menghilang dan membuatnya sama dengan penyedia layanan serupa.

Ke depannya Pergikuliner akan ekspansi ke kota-kota lain di seluruh Indonesia. Tahun 2017, startup dengan 30 karyawan ini akan menargetkan masuk ke kota Medan, Palembang dan Semarang.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)