Strategi Perusahaan Asal Medan Menyeruak di Pasar Biskuit

Budi Kusuma Budi Kusuma, Direktur Pengembangan Bisnis ASW Foods

Mungkin tidak banyak orang yang familiar dengan nama PT Asia Sakti Wahid Foods Manufacture (ASW Foods). Meski demikian, kinerja perusahaan makanan yang berasal dari Medan, Sumatera Utara itu patut diacungi jempol. Pasalnya, salah satu produknya, biskuit malkist kelapa Hatari See Hong Puff Kelapa sukses menyalip merek pesaing dari raksasa biskuit kenamaan, yakni malkist kelapa Khong Guan, dan Gery  dari Garuda Food dalam ajang Indonesia Best Brand Award 2017.

Sekadar informasi, selain Hatari untuk kategori biskuit, ASW Foods pun mengembangkan merek lain di berbagai kategori lainnya. Seperti Apilo untuk wafer, Delux untuk kategori kukis, ATB untuk biskuit marie, dan Ole-Ole untuk aneka biskuit (assorted) yang biasanya laris manis saat menjelang lebaran“Namun tetap, Hatari yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penjualan ASW Foods,” kata Budi Kusuma, Direktur Pengembangan Bisnis ASW Foods, menyebut merek yang telah eksis sejak awal perusahaannya berdiri 40 tahun silam itu.
Adapun produk malkist kelapa Hatari, menurut Budi, merupakan perintis di segmen malkist kelapa. Latar pemikirannya, buah kelapa banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Itu sebabnya, ASW Foods yakin, varian malkist kelapa akan dapat menangguk sukses. Berkat dari situ, ASW Foods pun mantap merilis Hatari See Hong Puff Kelapa dua tahun silam, “Kami mengeluarkan produk ini karena kami yakin masyarakat Indonesia banyak yang menggemari kelapa.” jelas Budi ketika diwawancara Majalah SWA di kantor pemasaran ASW Foods di Ruko Tama Indah, Jembatan 3, Pluit Jakarta Barat.
 
ASW Foods pun tak tanggung-tanggung dalam memopulerkan produk anyarnya itu. Kampanye iklan getor dilancarkan di berbagai media lini atas dan bawah dengan tetap konsisten mengusung identitas produk yang  kemasannya didominasi warna hijau pekat tersebut. “Kami melakukan campaign di semua media, ATL dan BTL, secara inline dengan produk dan warna kemasan produk sehingga masyarakat sangat mudah untuk mengenali identitas dari produk tersebut,” jelas Budi.
Ditambah lagi, di setiap aktivitas lini bawah ASW Foods kerap membagikan sampel produk agar masyarakat cepat mengakrabi rasa Hatari See Hong Puff  Kelapa. Selain itu, masyarakat pun diyakinkan oleh kualitas produk dan perusahaan ASW Foods yang telah menyandang berbagai sertifikasi kehalalan, keamanan dan kualitas. Di antaranya sertifikat Bintang 2 dari Badan POM, Sertifikat Halal MUI, sertifikat SNI, ISO 9001, ISO 22000 dan HACCP.
Budi memaparkan, faktor kualitas adalah elemen yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Selain itu, harga yang terjangkau diklaim Budi menjadi faktor pemikat konsumen. Terakhir, ketersediaan produk di pasar pun harus terjamin.
Untuk menyebarkan produk Hatari See Hong Puff Kelapa ke seantero Indonesia, ASW Foods  menggunakan  sistem multi distributor. Saat ini ASW Foods sudah memiliki jaringan distribusi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Menurut Budi, sistem multi distributor selain menghemat cost, keberadaan produk di pasar bisa lebih cepat dan terjamin keberadaannya. “Jadi produk bagus, kemasan bagus, kualitas bagus, dan harus mudah didapatkan konsumen. Setelah itu, baru tim marketing yang bekerja untuk lebih memperkenalkan produk ke konsumen,” jelasnya.
Selain berhasil menyukseskan produk malkist kelapa, sebagai perusahaan ASW Foods pun mampu bertahan sepanjang empat dekade dan bahkan terus berekspansi meski kondisi bisnis saat ini telah memasuki era disrupsi. Produk ASW Foods pun telah diekspor ke hampir 25 negara di dunia, antara lain ke negara-negara Arab, Asia dan Australia. Selain itu, kinerja penjualan pun terus bertumbuh saban tahun. “Bisnis ASW Foods mengalami pertumbuhan sekitar 11% dari 2015-2016, “ ungkap Budi yang enggan memaparkan rinciannya.
Melirik ke belakang, ASW Foods sebagai produsen Hatari sendiri sesungguhnya telah memiliki sejarah panjang yang terbentang hingga 40 tahun silam. Ya, perusahaan makanan yang berkantor pusat di Jalan Pertahanan I/7, Medan Amplas, Sumatera Utara itu memang telah berdiri sejak tahun 1978. Setelah beralih kepemimpinan di tangan generasi kedua yakni Budi Kusuma, ASW Foods semakin agresif menggarap pasar.
Keberhasilan pengembangan bisnis ASW Foods pun terlihat dari keberadaan dua pabriknya. Satu pabrik yang berlokasi di Medan, Sumatera Utara dan satu lagi di Surabaya, Jawa Timur, memiliki kapasitas produksi masing-masing 4 ribu ton per bulan. Dengan kekuatan tersebut ASW Foods, yang produknya juga telah diekspor itu, menduduki posisi ketiga dalam pasar biskuit di Indonesia dengan pangsa pasar mencapai 10%. (Reportase)
o

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)