Strategi Wood Menangkap Peluang Pasar Pakaian Pria Muda

Wood  sebagai brand pakaian pria kelas menengah atas yang sudah dikenal sejak tahun 1979, kembali membuka butiknya yang ke 23 di Grand Indonesia, pada Jumat ( 27/3).  Merek ini adalah salah satu besutan PT Delami Garment Industries (Delamibrands), perusahaan penghasil brand fashion kelas menengah atas.

IMG20150327181216

Menurut Boysanto Pasaribu, Direktur Pemasaran MWW Delamibrands, dengan peluncuran butik baru ini, Wood ingin mengambil bagian dalam pasar fashion pria urban yang masih muda dengan kisaran usia 25 – 35 tahun, “Karena pelanggan kami yang sejak tahun 80-an  kan sekarang sudah berusia di atas 60 tahun, maka kami harus memperbarui produk, desain dan konsep untuk bisa menangkap pasar kaum pria muda masa kini,” jelas Boy. Untuk itu, Wood kali ini tampil dengan model potongan yang slim fit guna mendapatkan image muda dan masa kini.

Dalam membangun butiknya, Wood juga bekerja sama dengan beberapa brand pakian dan aksesoris pria lainnya, di antaranya Backstage, Watch, Nixon dan Rayban, “Kami yang memilih brand-brand tersebut dengan syarat mereka harus memiliki DNA brand yang cocok dengan kami,”ujar Boy.

Selain itu, brand-brand yang diajak berkolaborasi di dalam butiknya adalah yang belum terlalu banyak distribusinya ,” Kalau yang distribusinya sudah banyak kami tidak mau,” kata Boy. Tujuan dari kerja sama tersebut  untuk menjawab selera berpakaian kaum pria urban.“Mereka cenderung tidak suka mengenakan satu merek dari atas kepala hingga ujung kaki, dengan kerja sama ini mereka jadi bisa padu padan,” jelas Boy.

Di antara brand fashion yang bernaung di bawah bendera Delamibrands, Wood adalah yang paling agresif angka pertumbuhan bisnisnnya. Menurut Boy, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir Wood selalu mencatat pertumbuhan di atas 40 % per tahun, sedangkan brand lainnya hanya di kisaran 20-25 % per tahun.

“Untuk butik baru ini kami optimis target penjualan bisa sama seperti butik kami yang lain, “ jelas Boy.

Menurut Boy, dalam jangka pendek, pihaknya akan membuka sejumlah butik baru di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Yogyakarta dan Semarang. “Sebelumnya kami sudah buka di Denpasar, Manado, Palembang dan Medan,” jelas Boy. Tak hanya itu, Boy juga menambahkan bahwa untuk rencana jangka menengah Delamibrands akan berekspansi ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara, “Kami akan memanfaatkan peluang saat MEA sudah berjalan di akhir 2015 nanti,” ungkap Boy.

Menyinggung soal persaingan brand asing yang masuk ke pasar Indonesia dengan kualitas dan harga yang lebih kompetitif, menurut Boy hal tersebut memang menciptakan kompetisi ketat. “Tetapi kami tetap optimis karena kekuatan kami adalah kami asli Indonesia sehingga kami yang tahu dengan detail kebutuhan pakaian orang Indonesia mulai dari ukuran, potongan dan desain modenya,” jelas Boy. Untuk itu, pihaknya menggunakan teknologi cutting dari Jepang, “Kenapa Jepang, karena sebagai sesama Asia, mereka juga tahu persis kontur tubuh Asia secara umum,” ujar Boy. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)