Sukses Menguasai Pasar Dalam Negeri, Calya Segera Go Global

Toyota Calya kali pertama dikenalkan pada masyarakat Indonesia di awal Agustus 2016. Hadir sebagai pilihan di pasar MPV (multi purpose vehicle), mobil terbaru lansiran Toyota ini berhasil menarik minat masyarakat Indonesia. Dengan target pasar first buyer family, Toyota Calya membidik konsumen keluarga muda yang baru menikah. Mobil ini menghadirkan desain yang modern dengan fitur lengkap di kelasnya. Kelegaan dirasa pengendara Toyota Calya saat mengendarainya. Terlebih, safety dan efisiensi bahan bakar juga menjadi daya tarik mobil ini disertai dengan jaringan after sales terbesar di seluruh Indonesia.

Fransiscus Soerjopranoto, GM Eksekutif PT Toyota Astra Motor (TAM)

 

Komitmen Toyota untuk senantiasa menghadirkan produk terbaiknya dalam skala global menjadi prioritas. Kehadiran kendaraan yang di produksi selalu disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan pasar global. Tak terkecuali untuk pasar Indonesia, brand asal Negeri Sakura ini menghadirkan Toyota Calya sebagai salah satu pilihan produk andalan untuk konsumen dan keluarganya. Segmen MPV begitu digemari di Indonesia yang memiliki karakter sesuai dengan konsumen negeri ini. Toyota berhasil mengaplikasikan kebutuhan produk dan masyarakat serta trend yang berkembang menjadi strategi pemasaran mereka. “Calya sebagai kendaraan yang ditujukan bagi keluarga muda, strategi campaign yang dijalankan berpusat pada aktivitas – aktivitas yang sesuai dengan segmennya,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, GM Eksekutif PT Toyota Astra Motor (TAM). Toyota melakukan promosi untuk Calya yang terintegrasi melalui berbagai aktivitas yang terdiri dari advertising, event activation, online marketing, dan public relations. Selain itu, Calya diluncurkan sebagai kendaraan LCGC dimana kendaraan ini diatur oleh pemerintah dalam batas – batas tertentu. Dengan harga jual dan berbagai fitur yang dimilikinya, Calya menjadi kendaraan yang value for money.

Toyota ingin membawa Calya ke posisi yang kompetitif di pasar global seperti pendahulunya, Kijang Innova dan Fortuner, yang sukses di kelasnya masing-masing. Langkah tersebut disambut baik dengan nilai penjualan yang baik di dalam negeri. “Hasil yang baik di dalam negeri ini tentunya harus kami capai dulu sebelum benar-benar Calya di ekspor ke pasar yang lebih luas,” ujar Fransiscus. Kesuksesan dalam memasarkan produk, Toyota tak hanya melihat dari nilai penjualan yang tinggi saja. Toyota berusaha menjaga eksklusifitas produk di mata publik dengan cara mempertahankan harga. “Fokus Toyota lebih kepada kepuasan pelanggan. Harapannya pelanggan akan rela membayar harga yang reasonable untuk produk yang berkelas dan berkualitas prima,” ungkapnya.

Kualitas adalah hal penting yang harus diberikan Toyota kepada pelanggan. Kualitas yang baik akan berbanding lurus dengan angka penjualan yang juga akan meningkat. Bagi Fransiscus, menang berarti mendengar dan menanggapi konsumen, bukan hanya mengatakan kepada mereka apa yang mereka butuhkan. Pelayanan dan kualitas yang baik akan memberikan keyakinan pada konsumen dan kelebihan itu akan menyebar dari mulut ke mulut. Untuk setiap produknya, Toyota melakukan survei dan studi berkelanjutan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat Indonesia dan positioning produk yang aka diluncurkan. “Pengenalan pasar ini sangat penting, karena kita harus benar-benar paham situasi dan kondisi wilayah tempat produk kita akan dipasarkan. Karena jika tidak paham ini, dapat dipastikan produk tidak akan laku,” ia menambahkan.

Di Indonesia segmen terbesar ada pada low MPV karena orientasi sebagian besar masyarakat Indonesia dalam membeli mobil adalah harga terjangkau dan akomodasi yang luas. Kapasitas mesin besar juga menyebabkan harga mobil bisa menjadi sangat mahal, karena pajak di Indonesia masih berdasarkan kapasitas mesin dan fitur seperti penggerak roda, bukan berdasarkan hitungan emisi buang. Mengenal pasar yang sesuai dengan produk yang ingin diluncurkan dapat menentukan produk apa yang akan laku. Voice of customer senantiasa menjadi perhatian Toyota untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan agar produk maupun aktivitasnya bisa sesuai dengan penggunanya. Salah satunya melalui komunitas KTCI (Komunitas Toyota Calya Indonesia), dimana komunitas ini menjadi wadah para pengguna Calya berkumpul dan sharing informasi terkait Calya.

Usianya yang belum genap satu tahun sejak diluncurkan, hingga Mei 2017, Calya membukukan penjualan 85.386 unit dan menjadi market leader di segmennya dengan market share lebih dari 60% dengan wilayah penjualan terbesar di Jabodetabek. Prestasi yang bagus ini tidak menutup kemungkinan untuk Toyota melakukan ekspor Calya. Namun, saat ini Calya masih fokus untuk kebutuhan domestik di Indonesia. “Setelah tercapai semuanya, Calya akan segera menyusul para pendahulunya yang juga sukses di pasar global,” ujar Fransiskus. Seiring dengan semangat Let's Go Beyond, Toyota berharap dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia melalui produk, teknologi, dan juga jaringan after sales. Toyota selalu melakukan setiap produksinya berdasarkan demand dari masyarakat.

 

Reportase: Akbar Kemas

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)