Suku Bunga Rendah, Penjualan Kondominium Jakarta Naik 66%.

Memasuki triwulan III di tahun 2012, pasar properti di Jakarta terus menunjukkan kinerja yang positif, tercermin dari kenaikan yang signifikan baik dari sisi pasokan maupun permintaan. Salah satunya penjualan kondominium di Jakarta yang meningkat hingga 66%. Peningkatan disebabkan karena tingkat suku bunga yang rendah.

Kondominium di Jakarta

Luke Rowe, Residential Project Marketing Group Head Jones Lang LaSalle Indonesia, mengatakan, penjualan kondominium di pasar primer meningkat secara fantastis. Tercatat sebanyak 3,915 unit terjual dalam periode ini, atau meningkat 66% dibandingkan triwulan sebelumnya. Dengan demikian, penjualan kondominium selama 9 bulan pertama tahun2012 ini sudah hampir menyamai penjualan sepanjang tahun lalu yang mencapai sekitar 8,600 unit. “Peningkatan disebabkan karena suku bunga yang rendah dan juga semakin menjamurnya proyek-proyek baru,” tutur Luke.

Menurutnya, agresivitas pengembang juga terlihat dari makin maraknya peluncuran proyek baru belakangan ini. Dalam triwulan III ini saja, lebih dari 10 proyek baru diluncurkan di Jakarta, di mana total unitnya mencapai lebih dari 4,000 unit. Secara kesuluruhan, saat ini ada sekitar 30,700 unit kondominium yang tengah dibangun, di mana sebanyak 67% telah terjual.

“Tanda-tanda perlambatan pasar yang dikhawatirkan mungkin terjadi akibat lesunya pertumbuhan ekonomi dan aktivitas bisnis di kawasan Asia Pasifik sama sekali tidak terlihat sampai dengan bulan September ini. Sebaliknya, melihat animo pasar yang cukup tinggi, para pengembang lokal terlihat makin agresif dalam meluncurkan proyek-proyek baru mereka di periode ini,” Luke menambahkan.

Luke memprediksi, kondisi ekonomi yang cukup stabil dan permintaan domestik yang tinggi, tren pertumbuhan pasar properti di Jakarta seperti sekarang ini masih akan sangat besar kemungkinannya berlanjut dalam 2 tahun ke depan.

Sementara itu, Lucy Rumantir, Chairman Jones Lang LaSalle Indonesia, menambahkan, proyeksi pertumbuhan pasokan dan permintaan dalam 2 tahun ke depan yang didukung oleh fundamental ekonomi dan demografi lokal yang cukup solid, menunjukkan bahwa tren kenaikan tingkat hunian atau tingkat penjualan akan mendorong pertumbuhan harga jual maupun tarif sewa seperti yang terjadi belakangan ini. Hal itu yang mendorong investor mancanegara mulai meningkatkan aktivitas bisnisnya di Indonesia, khususnya Jakarta.

“Ketika pasar domestik mereka dan juga sebagian pasar di kawasan Asia Pasifik mengalami perlambatan atau kelesuan, pasar properti di Indonesia menawarkan alternatif investasi yang menarik, karena memberikan tingkat pertumbuhan (potential growth) yang cukup baik dan yang terpenting, pertumbuhan tersebut berkelanjutan,” tutup Lucy.

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)