Tahun 2012 Market Size Industri Logistik Indonesia Capai Rp 1.800 Triliun

Potret industri logistik nasional sangatlah fragmented. Tidak ada satu pemain yang menguasai secara dominan. “Karenanya, pemerintah melalui Perpres 26/2012 berharap ada pemain lokal yang muncul sebagai pemain tangguh,” ujar Nofrisel, Sekretaris Tim Ahli Pengembangan Sistem Logistik Nasional. Saat ini kondisi pemain logistik lokal masih tertinggal dari segi ICT dan SDM. Iklim industri logistik asli Indonesia nyatanya sama sekali belum siap menghadapi hal tersebut. Dari segi IT, network, partnership, dan operational excellence boleh dibilang jauh dari maksimal.

Menurutnya, Perpres 26/2012 tentang Pengembangan Sistem Logistik Nasional (Sislognas) dibuat untuk menghadapi interkoneksi logistik ASEAN 2013 nanti. Tiap kementrian, merujuk Perpres 26/2012, telah menyusun program dan anggaran berkaitan logistik. Program terdiri dari infrastruktur, pengembangan pemain logistik nasional, SDM logistik, regulasi, komoditi, ICT (information, communication, & technology). “Blueprint Sislognas sebenarnya dibuat untuk skenario constraint terhadap liberalisasi logistik ASEAN 2013. Kami tidak menyebut itu proteksi,” tegas Nofrisel yang juga Technical Advisor di JNE ini.

Sislognas maupun MP3EI disebut akan membangun international transhipment port. Yakni di Bitung (timur) dan Kuala Tanjung (barat). Dua pelabuhan ini akan menjadi pintu masuk ke Indonesia. Langkah tersebut sekaligus untuk memperbaiki kesalahan pemerintahan silam. Pemerintahan Orde Baru sempat membuka pelabuhan yang bisa langsung diakses dari luar. Dampak negatifnya, produk dari negara-negara lain bisa langsung masuk ke daerah-daerah tersebut. “Kita sama sekali tidak punya barrier untuk melakukan constraint,” katanya. Sangat bisa dipahami kenapa jeruk Cina lebih murah dari jeruk Medan. “Padahal, negara luar negeri, yang liberal sekalipun membatasi aksesnya,” jelas dia.

Selain itu, pemerintah juga sudah berupaya memberi waktu agar pemain logistik nasional “bernafas”. Misalnya, agar perusahaan dan pekerja asing tak membludak. “Semua orang asing yang akan bekerja di perusahaan logistik Indonesia disyaratkan bisa bahasa Indonesia,” tutur dia. Juga, akan dibuat sertifikat logistik dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Tiap pekerja logistik asing wajib memegang itu. Dengan demikian, setidaknya pemain asing tidak serta merta bisa berkuasa. Nofrisel ingin bilang, pemain nasional harus manfaatkan waktu untuk perbaiki diri dari sisi SDM, ICT, dan lainnya.

“Jadi, pemain logistik harus kreatif dan inovatif dalam menghadapi persaingan dengan pemain luar yang nantinya akan masuk ke Indonesia,” ujar dia. Apalagi, pasar logistik Indonesia terus tumbuh. Tiap tahun, kata Nofrisel, pasarnya tumbuh 14%. Tahun ini kue logistik diperkirakan mencapai Rp 1.800 triliun. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)